peezycoineth.vip

Indra Sjafri sebut sistem permainan Indonesia masih punya banyak PR - ANTARA News Kalimantan Barat

2026-09-29 09:16

Jakarta (ANTARA) - Mantan pelatih timnas Indonesia kelompok umur, Indra Sjafri, menyebut sistem permainan tim Garuda masih mempunyai banyak pekerjaan rumah (PR) saat bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Dalam laga yang dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, Indonesia sudah bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye mendapatkan kartu merah.

"Nilai saya, 7,5 untuk mental, 6 untuk sistem," ujar Indra dalam keterangan resmi PSSI, Selasa.

"Untuk sistem saya beri enam. Kenapa? Karena kita lebih banyak bertahan dan menumpuk pemain di belakang. Itu memang bisa menjadi solusi dalam situasi seperti ini, tetapi masih ada yang harus kita perbaiki," tambah dia.

Penilaian 7,5 untuk mental diberikan karena Indonesia mampu bertahan hingga pertandingan berakhir tanpa kebobolan meski harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37.

Situasi tersebut membuat Indonesia lebih banyak bertahan dan menghadapi tekanan Malaysia. Maarten Paes menjadi salah satu pemain penting yang berkali-kali menggagalkan peluang lawan, sementara Justin Hubner melakukan clearance di garis gawang pada fase akhir pertandingan.

"Kalau dengan 10 pemain sejak menit 37 sampai 90 lebih, kita tidak kebobolan, itu luar biasa. Itu menunjukkan mental dan perjuangan yang sangat kuat," kata Indra.

Laga kedua Grup A itu memang berlangsung ketat. Malaysia beberapa kali mendapatkan peluang, tetapi Paes mampu melakukan penyelamatan penting. Di sisi lain, Indonesia juga sempat mengancam melalui Dean James dan Kevin Diks, sementara peluang Malaysia pada penghujung laga kembali digagalkan pertahanan Garuda.

Indra menilai pola bertahan rapat tersebut memang efektif untuk menyelamatkan hasil pertandingan dalam situasi darurat. Namun, ia berharap pengalaman melawan Malaysia dapat menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dan pemain untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

"Yang paling penting, saya memberikan apresiasi kepada pemain. Mereka berjuang, disiplin dan tidak menyerah. Itu harus kita hargai," kata pelatih yang mempersembahkan medali emas di SEA Games 2023 itu.

"Setelah itu baru kita evaluasi. Bagaimana kalau menghadapi lawan dengan kualitas yang berbeda? Bagaimana ketika kita kehilangan satu pemain? Bagaimana tim tetap bisa keluar dari tekanan dan melakukan pressing? Itu yang harus terus dikembangkan," tambah dia.

Evaluasi tersebut juga menjadi penting karena Indonesia masih harus menjalani pertandingan terakhir Grup A menghadapi Bangladesh pada Kamis (1/10).

Adapun, hasil imbang melawan Malaysia membuat kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin dari dua pertandingan, dengan tim berjuluk Harimau Malaya itu menghuni peringkat pertama.

"Jadi saya puji perjuangannya. Mental pemain luar biasa. Tetapi jangan berhenti di situ. Kita harus belajar dari pertandingan ini supaya sistem kita semakin matang," ucap Indra, yang juga memenangkan Piala AFF bersama tim U19 dan U22 tersebut.

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.