peezycoineth.vip

Induk Gojek-GoPay Mau Rilis Lapkeu Semester I 2026 Besok

2026-07-28 11:24

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal II sekaligus semester I-2026 pada Rabu, 29 Juli 2026. 

Dalam keterbukaan informasi, manajemen GoTo menyampaikan akan mengumumkan hasil keuangan kuartal II-2026 pada 29 Juli 2026. Perseroan juga akan menggelar konferensi daring pada pukul 19.00 WIB.

Saat ini, GoTo menjalankan dua bisnis utama, yakni layanan on-demand melalui Gojek yang mencakup GoRide, GoCar, dan GoFood, serta layanan teknologi keuangan melalui GoTo Financial dengan GoPay sebagai produk andalan.

Laporan keuangan semester I-2026 ini menjadi perhatian pasar setelah emiten teknologi itu mencatat laba bersih perdana pada kuartal I tahun ini, serta pasca implementasi kebijakan komisi ojek online roda dua sebesar 8 persen yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

Meski demikian, dampak kebijakan tersebut diperkirakan belum tercermin dalam laporan keuangan kali ini karena mulai diterapkan pada awal kuartal III-2026.

Wakil Direktur Utama GoTo, Catherine Hindra Sutjahyo, sebelumnya mengatakan implementasi skema bagi hasil baru akan menjadi tantangan bagi bisnis roda dua perusahaan.

"Implementasi skema bagi hasil ini tentu tidak mudah dan akan memberikan tantangan bagi lini bisnis roda dua perusahaan. Karena itu, penyesuaian perlu dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang saling terkait, yaitu peluang pendapatan mitra yang tetap terjaga, keterjangkauan harga layanan bagi pelanggan, dan keberlanjutan ekosistem," ujar Catherine pada 24 Juni 2026 lalu.

Adapun pada kuartal I-2026, GoTo membukukan sejarah dengan mencatat laba bersih kuartalan perdana sebesar Rp171 miliar. Capaian tersebut berbalik dari rugi bersih Rp367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan bersih perseroan juga meningkat 26 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp5,3 triliun dari Rp4,2 triliun pada kuartal I-2025. Kenaikan pendapatan ditopang oleh pertumbuhan di seluruh lini usaha, mulai dari jasa pengiriman, imbalan jasa e-commerce, hingga pendapatan iklan dan lainnya.

GoTo juga masih memperoleh pendapatan dari imbalan jasa e-commerce yang diterima dari Tokopedia sebagai bagian dari aksi korporasi dekonsolidasi pada 2024. Nilainya mencapai Rp288 miliar pada kuartal I-2026 atau meningkat 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan beban usaha turut mendorong perbaikan kinerja. Beban dan biaya perseroan naik 11 persen secara tahunan menjadi Rp4,9 triliun, sehingga GoTo berhasil membukukan laba usaha sebesar Rp418 miliar, berbalik dari rugi usaha Rp193 miliar pada kuartal I-2025.

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, mengatakan pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan para mitra pengemudi di seluruh Indonesia.

"GoTo mencapai titik ini berkat dukungan jutaan mitra driver di seluruh Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, mendukung kesejahteraan, serta memperkuat berbagai dukungan yang dapat kami berikan kepada mitra driver," kata Hans dalam siaran pers 28 April 2026.

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.