Inpex Janji 20% Pekerja di Blok Masela Warga Lokal
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Proyek Abadi Masela diproyeksikan memberi manfaat ekonomi yang besar, mulai dari peningkatan penerimaan negara hingga penciptaan lapangan kerja. Pemerintah juga memastikan masyarakat di sekitar proyek menjadi prioritas dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Bahlil menyebut, proyek tersebut diperkirakan menghasilkan pendapatan langsung bagi negara sekitar US$ 37,8 miliar. Selain itu, negara berpotensi memperoleh penerimaan pajak tidak langsung sekitar US$ 6,43 miliar selama masa konstruksi dan operasi.
"Proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan, baik dari penerimaan negara maupun penciptaan lapangan kerja,” kata Bahlil dalam groundbreaking Proyek Abadi Masela di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).
Dari sisi ketenagakerjaan, proyek ini diperkirakan menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja langsung pada masa konstruksi. Saat memasuki tahap operasi, kebutuhan tenaga kerja diproyeksikan berkisar 800 hingga 1.000 orang.
Menurut Bahlil, jumlah tersebut belum termasuk efek berganda terhadap penciptaan lapangan kerja. Ia memperkirakan setiap satu tenaga kerja langsung dapat menciptakan hingga tiga pekerjaan lainnya di sektor pendukung.
Pemerintah, kata dia, telah menyepakati skema rekrutmen yang memprioritaskan masyarakat di wilayah tier 1, yakni Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya. Setelah kebutuhan tenaga kerja di wilayah tersebut terpenuhi, rekrutmen akan diperluas ke wilayah tier 2 sebelum membuka kesempatan bagi pekerja dari daerah lain.
"Kami ingin lapangan pekerjaan yang membutuhkan tenaga profesional diisi lebih dulu oleh masyarakat tier 1 dan tier 2. Kalau sudah tidak mencukupi, baru kita ambil dari daerah lain atau luar negeri," ujarnya.