Insentif Motor Listrik Turun Jadi Rp 3 Juta/Unit? Purbaya Bilang Begini
Jakarta -
Besaran subsidi pembelian motor listrik turun, dari sebelumnya Rp 5 juta jadi Rp 3 juta per unit.
Menteri Keuangan Purbaya Pemerintah menyiapkan insentif sebesar Rp3 juta untuk setiap pembelian motor listrik produksi dalam negeri. Dengan target satu juta unit, total anggaran yang disiapkan mencapai Rp3 triliun.
"Yang sekarang kalau untuk satu juta (unit motor listrik) itu Rp3 juta," ujar Purbaya dikutip dari CNBC Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya mengenai total anggaran program tersebut, ia menjawab besarannya Rp 3 triliun.
Purbaya menjelaskan program yang disampaikan Presiden Prabowo merupakan program yang sama dengan skema insentif motor listrik yang akan dijalankan pemerintah.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo mengumumkan akan memberikan insentif bagi perusahaan yang dapat memproduksi motor listrik dalam negeri hingga 1 juta unit.
"Oh iya, itu programnya. Sama. Jadi satu juta (unit) itu pasti enggak habis tahun ini kalau kita lihat," kata Purbaya.
Saat ini terdapat 69 perusahaan industri KBLBB roda dua dan roda tiga dengan total kapasitas produksi mencapai 2,511 juta unit per tahun dan nilai investasi sekitar Rp 1,2 triliun.
Tapi penyerapan sepeda motor listrik belum maksimal. Kebijakan pemerintah memiliki peran penting dalam mempercepat pembentukan pasar.
Penjualan sepeda motor listrik meningkat dari 17.198 unit pada 2022 menjadi 62.409 unit pada 2023 dan mencapai 77.078 unit pada 2024. Pada 2025, penjualan tercatat sebanyak 55.059 unit.
Program bantuan pembelian KBLBB roda dua pada 2023 dan 2024 melibatkan 22 industri dan 70 tipe/model kendaraan. Penyaluran melalui program tersebut mencapai 11.532 unit pada 2023 dan melonjak menjadi 62.541 unit pada 2024, atau meningkat sekitar 442 persen. Secara kumulatif, sebanyak 74.073 unit telah mendapatkan bantuan pembelian.
Menurutnya, kapasitas produksi sejumlah produsen motor listrik dalam negeri masih terbatas. Bahkan, ada produsen yang kapasitas produksinya baru mencapai puluhan ribu unit per tahun.
"Itu masih kita lihat apakah daya serapnya cukup tahun ini untuk menyerap semua uang itu. Kayaknya sih enggak. Kapasitas produksi motor nasional belum sampai satu juta. Ada yang cuma 20 ribu," kata Purbaya.
Ia memperkirakan realisasi penjualan motor listrik yang memanfaatkan insentif pemerintah hingga akhir tahun kemungkinan hanya mencapai sekitar 100 ribu unit.
"Saya pikir paling 100 ribu sampai akhir tahun," ujarnya.
(riar/rgr)