peezycoineth.vip

Intelijen AS Sebut China 'Miliki' Data 220 Juta Pemilih Pemilu

2026-07-30 14:10

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:10 WIB

Washington, VIVA – Komunitas Intelijen Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa China telah memperoleh data 220 juta pemilih Amerika melalui berbagai cara, menurut lembar fakta yang diperoleh kelompok wartawan Gedung Putih.

Baca Juga

"Republik Rakyat China dan pihak-pihak yang bertindak atas nama mereka telah membeli, mencuri, atau meretas data pendaftaran pemilih sebanyak 220 juta warga Amerika. Pengumpulan data oleh China itu mencakup data yang tidak tersedia untuk umum," disebutkan dalam lembar fakta yang telah dikonfirmasi para pimpinan Kantor Direktur Intelijen Nasional, Badan Keamanan Nasional, Badan Intelijen Pusat, dan Departemen Keamanan Dalam Negeri tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dokumen tersebut mendefinisikan "intervensi dalam pemilu" sebagai pengaruh secara terbuka maupun terselubung yang dilakukan pemerintah asing dengan tujuan memengaruhi pemilu AS secara langsung maupun tidak langsung.

Baca Juga

Dokumen itu juga menyebutkan bahwa badan intelijen AS pada 2022 pernah menetapkan adanya seorang pelaku eksploitasi jaringan komputer asal China yang diduga memperoleh data pendaftaran pemilih yang tersedia di platform perdagangan daring.

"Pihak lawan dapat memanipulasi data untuk mencegah pemilih perorangan atau kelompok pemilih agar tidak memberikan suara. Sehingga, itu menyebabkan keterlambatan kedatangan pemilih pada hari pemungutan suara atau memaksa pemilih untuk menggunakan surat suara sementara. Pihak-pihak lawan juga dapat memanfaatkan data pendaftaran, yang dalam beberapa kasus tersedia secara publik atau dapat dibeli, untuk merancang upaya campur tangan atau pengaruh lainnya," menurut Komunitas Intelijen AS.

Baca Juga

Awal Juli lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan China diduga telah melakukan segala cara untuk menggagalkan keterpilihan dirinya kembali pada pemilu di 2020. Trump pun menuding pejabat intelijen AS dengan sengaja menyembunyikan informasi tersebut dari Gedung Putih.

Kedutaan Besar China di Washington, kepada RIA Novosti, menyatakan China tidak pernah dan tidak akan pernah mencampuri urusan pemilihan presiden AS. (Ant)

Powebank WN China terbakar dalam penerbangan Makassar-Jakarta

Detik-detik Power Bank WN China Terbakar di Pesawat, Batik Air Ungkap Penyebabnya

Batik Air buka suara terkait insiden power bank milik WN China yang terbakar dalam penerbangan Batik Air tujuan Makassar-Jakarta. Kejadiannya di dalam kabin pesawat.

VIVA.co.id

30 Juli 2026