Investigasi Lapas Cibinong Ditargetkan Rampung Akhir Pekan
Liputan6.com, Jakarta - Ketua Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto mengatakan, hasil penyelidikan terkait temuan di Lapas Cibinong ditargetkan diumumkan pada Jumat (2/10/2026).
Hal itu disampaikannya usai bertemu Ketua dan anggota Ombudsman di Kantor Ombudsman, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Pertemuan tersebut dilakukan untuk memperoleh data dan informasi lebih lengkap terkait temuan di Lapas Cibinong.
"Kalau kemarin waktu saya di Cibinong, Menteri Imipas beliau meminta waktu satu minggu. Jadi kemungkinan akhir-akhir minggu ini, nanti untuk kasus yang di Cibinong," kata Aries.
Dia mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah hal terkait kondisi fasilitas di Lapas Cibinong. Aries menyerahkan penjelasan teknis mengenai hunian, dugaan transaksi, hingga keberadaan minuman keras kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
"Mengenai teknis, bagaimana itu tentang hunian dan lain sebagainya, apakah ada transaksional di situ, adanya miras dan lain sebagainya, nanti akan diumumkan saja oleh pihak Kementerian Imipas. Karena saat ini saya tidak mau mendahului untuk hal itu," ujarnya.
Aries juga menanggapi adanya perbedaan antara temuan Ombudsman dengan pemeriksaan yang dilakukan Bappisus bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Lapas Cibinong.
Menurut dia, perbedaan kondisi tersebut justru menjadi bagian yang perlu didalami dalam investigasi. Aries mengibaratkan kondisi itu seperti melihat keadaan sebelum dan sesudah dilakukan pemeriksaan.
"Justru temuan yang berbeda kemarin itu bagus. Ya ini kalau anda ke salon ada before dan after," kata Aries.
Dia mencontohkan adanya sejumlah fasilitas yang sebelumnya ditemukan, tetapi kemudian sudah tidak berada di lokasi saat pemeriksaan berikutnya.
"Karena banyak yang sudah berubah, itu justru investigasinya semakin dalam. Kalau saya datang kemarin terus masih dalam keadaan lengkap, malah bingung juga kita kan. Ya karena berubah seperti itu apa maksudnya ini kok tidak ada, AC dicopot, barang ini tidak ada, itu tidak ada," jelasnya.
Aries menilai kondisi tersebut perlu ditelusuri, termasuk mengenai peruntukan bangunan yang disebut sebagai hunian pegawai.
"Kalau itu perumahan karyawan, kenapa harus dipindah, benar nggak? Nah, ini panjang. Oleh karena itu nanti hasil investigasinya akan disampaikan oleh Kementerian Imipas ya, tunggu saja," tuturnya.