peezycoineth.vip

Iran Ancam Bombardir Infrastruktur Strategis Israel di Tengah Memanasnya Konflik

2026-08-02 04:20

AKURAT.CO Iran menyatakan telah menyiapkan rencana serangan balasan terhadap infrastruktur strategis Israel sebagai respons atas dugaan rencana Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap fasilitas energi Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan seorang pejabat Iran kepada kantor berita Mehr News. Menurutnya, Teheran telah menyiapkan skenario serangan yang menyasar berbagai infrastruktur penting milik Israel serta fasilitas energi Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah apabila serangan terhadap Iran benar-benar dilakukan.

"Kami telah menyiapkan program respons yang luas terhadap kemungkinan tindakan tersebut, termasuk sasaran infrastruktur penting rezim Zionis dan infrastruktur energi Amerika Serikat di kawasan," kata pejabat tersebut, Jumat (31/7/2026).

Ia menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran telah menunjukkan kemampuan melakukan operasi militer selama konflik yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Dalam beberapa pekan terakhir, aksi saling serang dilaporkan terus terjadi.

Iran sebelumnya melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Sebaliknya, Amerika Serikat terus melakukan operasi militer yang menargetkan wilayah Iran.

Baca Juga: Satu Nyawa Yahudi Disebut Lebih Berharga dari 10 Juta Warga Palestina

Selain itu, Iran juga menutup Selat Hormuz untuk aktivitas pelayaran internasional. Pemerintah Iran menyatakan jalur pelayaran strategis tersebut akan tetap ditutup hingga intervensi militer Amerika Serikat berakhir.

Di sisi lain, sejumlah laporan media menyebut Amerika Serikat bersama Israel tengah mempertimbangkan operasi militer yang menargetkan berbagai infrastruktur energi Iran, termasuk depot penyimpanan minyak dan pembangkit listrik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel yang mengonfirmasi rencana operasi militer sebagaimana disebutkan pejabat Iran tersebut. Ketegangan di kawasan Timur Tengah pun masih terus menjadi perhatian masyarakat internasional karena berpotensi memperluas eskalasi konflik regional.