Iran minta PBB cegah negara Teluk bantu serangan AS - ANTARA News Jawa Timur
Moskow (ANTARA) - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menuntut agar PBB menyerukan negara-negara Teluk untuk berhenti mengizinkan AS melancarkan serangan ke wilayah Iran.
"Anda [PBB] harus mendesak negara-negara yang bersangkutan untuk segera berhenti mengizinkan Amerika Serikat menggunakan wilayah mereka sebagai landasan peluncuran agresi terhadap Iran," kata juru bicara tersebut.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan konsekuensi bencana jika permusuhan antara AS dan Iran kembali terjadi, menurut juru bicaranya, Stephane Dujarric.
Dalam sebuah unggahan di X, Baghaei menanggapi Dujarric, mengomentari pernyataan PBB mengenai dimulainya kembali permusuhan antara Washington dan Teheran, serta serangan terhadap negara-negara lain di Timur Tengah.
Menurut Baghaei, serangan Iran terhadap pangkalan dan fasilitas militer AS di Teluk Persia selatan merupakan pelaksanaan yang sah dari "hak untuk membela diri."
Teheran dan Washington menandatangani memorandum pada 18 Juni, yang mengatur tentang berakhirnya konflik yang dimulai pada 28 Februari. Namun, pada malam 8 Juli, Amerika Serikat kembali melancarkan serangan.
Menurut Presiden AS Donald Trump, ini adalah reaksi terhadap tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz. Ia mengancam akan meningkatkan intensitas serangan jika situasi seperti itu terulang kembali.
Sebagai tanggapan, Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer AS di Timur Tengah, khususnya di Kuwait. Kementerian Luar Negeri negara itu menyebut agresi Washington sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan yang telah dicapai.
Sumber: Sputnik
Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.