peezycoineth.vip

Istana Ungkap Prabowo Minta Nanik S Deyang Jadi Dewan Pengawas BGN

2026-07-23 06:31

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:31 WIB

Jakarta, VIVA – Pihak Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi angkat bicara soal isu Nanik S Deyang yang bakal menjadi Dewan Pengawas Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga

Prasetyo mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memang meminta Nanik untuk mengisi posisi tersebut. Ia menjelaskan Nanik masih memiliki pengalaman yang cukup untuk membantu BGN.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan Kepala BGN Nanik S Deyang

Photo :

  • Yeni Lestari/VIVA

Baca Juga

"Ya itu kan permintaan ya atau permohonan dari Bapak Presiden ya. Karena pengalaman beliau dirasa masih bisa untuk membantu BGN," kata Prasetyo Hadi kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.

Prasetyo juga menjawab soal Peraturan Presiden (Perpres) No. 83 Tahun 2024. Di mana, dalam struktur organisasi BGN hanya Dewan Pengarah, bukan Dewan Pengawas.

Baca Juga

Prasetyo menegaskan makna dari dari Dewan Pengarah sama saja dengan Dewan Pengawas. Ia menilai masyarakat jangan sampai terjebak dengan istilah tersebut.

"Kan sebenarnya maknanya bisa jadi kan sama ya. Dewan Pengarah maupun Dewan Pengawas dalam hal menjalankan tugasnya ya. Maksud kami mungkin kita tidak terjebak ke dalam istilah mana yang pengarah atau pengawas. Yang penting nanti fungsinya," ujar Prasetyo

"Kalau memang kemudian berdasarkan perpres itu sudah ada nomenklaturnya di situ SOTK-nya Dewan Pengarah dan kalau memang tugasnya itu kemudian sesuai juga dengan yang kita kehendaki, juga enggak ada masalah juga," sambungnya.

Sebagai informasi, Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mengungkap alasan di balik pengunduran dirinya pada Rabu 22 Juli 2026. Ia memilih fokus memulihkan kondisi kesehatan setelah mengalami gangguan jantung dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Melalui unggahan di media sosial, Nanik menceritakan sempat mengalami penurunan kondisi selama sembilan hari dan dirawat sekitar sepekan. Setelah kesehatannya membaik, ia baru kembali mengikuti rapat kabinet.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan terdapat sumbatan pada arteri jantung. Menurut Nanik, kondisi itu dipengaruhi kadar kolesterol yang tinggi serta tekanan pekerjaan selama memimpin BGN.

"Menurut dokter saya ada sumbatan di arteri jantung yang selain karena kolesterol tinggi, juga dipicu juga oleh stres yang luar biasa," tulis Nanik.

Halaman Selanjutnya