Jack Antonoff Kritik Keras Lonjakan Harga Tiket Konser
Bagikan:
JAKARTA - Vokalis Bleachers sekaligus produser musik ternama, Jack Antonoff, melontarkan kritik tajam terhadap fenomena lonjakan harga tiket konser yang kian melambung.
Musisi peraih Grammy itu menyoroti karut-marut serta minimnya transparansi dalam proses pembelian tiket.
Ia secara terbuka mempertanyakan etika bisnis korporasi besar yang mendulang keuntungan masif melalui mekanisme penjualan kembali (resale) tiket dengan harga yang tidak masuk akal.
"Jika sebuah sistem dibuat luar biasa rumit, itu karena ada pihak yang sengaja ingin membuat Anda bingung,” kata Antonoff salam wawancara terbaru dengan Rolling Stone.
“Mengapa proses memberikan suara dalam pemilu begitu rumit? Mengapa membeli tiket konser sangat rumit? Mengapa saya tidak bisa mendapatkan jawaban yang jelas mengenai dari mana tiket itu berasal, atau bahkan apakah tiket itu benar-benar ada?" sambung produser yang kerap berkolaborasi dengan Taylor Swift itu.
Lebih lanjut musisi kelahiran New Jersey itu menambahkan, pihak promotor dan platform penjualan sengaja memelihara ekosistem yang membingungkan demi mengeksploitasi antusiasme para penggemar.
"Mereka ingin kita bingung. Mereka ingin kita merasa panik," tegasnya.
Menurut Antonoff, transaksi pembelian tiket konser idealnya berjalan sederhana dan transparan, layaknya transaksi kebutuhan pokok harian. Ia membandingkan kemudahan pembelian komoditas komersial lain yang jauh lebih bernilai tinggi.
"Sangat mudah untuk membeli sepasang sepatu. Tidak sulit pula untuk membeli sepotong celana. Bahkan, membeli sebuah mobil pun tidak serumit ini!" tutur Antonoff.
BACA JUGA:
Ia juga merefleksikan kekecewaannya terhadap industri yang telah membesarkan namanya. Musisi 42 tahun itu mengakui sempat salah menilai bahwa masih ada komitmen moral yang tersisa dari para pemangku kebijakan industri hiburan global terhadap nasib para penikmat musik arus bawah.
"Saya pikir saya telah melakukan kesalahan dengan berasumsi bahwa ada moralitas di sana, dan mereka akan peduli ketika mendapati seseorang seperti saya merasa kecewa. Hal ini karena saya sangat mencintai industri ini, dan saya sangat tidak percaya bahwa konser musik hanya diperuntukkan bagi anak-anak orang kaya saja," katanya.
Kritik yang disuarakan Antonoff ini semakin menyudutkan raksasa penjualan tiket, Ticketmaster. Platform di bawah naungan Live Nation Entertainment itu memang telah lama menjadi sasaran kecaman publik akibat monopoli pasar serta pembiaran praktik calo yang membeli tiket dalam jumlah besar untuk kemudian dijual kembali dengan margin keuntungan berlipat ganda.
Kondisi ini kian memburuk setelah Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC) secara resmi melayangkan gugatan hukum pada September 2025. FTC mendakwa Ticketmaster melakukan praktik kecurangan sistematis berupa pemungutan biaya berlapis.
Korporasi terbukti meraup keuntungan tiga kali lipat dengan membebankan biaya administrasi silang, mulai dari penjualan awal oleh broker, proses pendaftaran kembali oleh calo, hingga transaksi akhir yang dibayarkan oleh konsumen.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+