Jadi pemateri LDKM, Waket I DPRD Mura tekankan pentingnya menjadi pemimpin berdampak
Jadi pemateri LDKM, Waket I DPRD Mura tekankan pentingnya menjadi pemimpin berdampak
Jumat, 18 September 2026 06:26 WIB
Wakil Ketua I DPRD Murung Raya Dina Maulidah memberi materi dalam LDKM kepada mahasiswi Akbid Murung Raya, Puruk Cahu, Rabu (16/9/2026). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)
Puruk Cahu (ANTARA) - Wakil Ketua I DPRD Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah Dina Maulidah menekankan kepada generasi muda di wilayah setempat tentang pentingnya konsep menjadi pemimpin yang berdampak.
Hal itu salah satunya ia tujukan kepada mahasiswa di Akademi Kebidanan (Akbid) Murung Raya saat berbagi pengalaman sekaligus memberi materi dalam Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) tahun akademik 2026-2027, Puruk Cahu (16/9).
”Karena pada saatnya nanti para calon bidan akan memiliki dampak nyata yang harus diciptakan melalui tindakan nyata, dedikasi tinggi, serta profesionalisme dalam dunia pelayanan kesehatan,” terangnya.
Dia mengingatkan setiap mahasiswi kebidanan kelak akan menjadi pemimpin, minimal bagi diri mereka sendiri, pasien yang mereka tangani, serta lingkungan masyarakat tempat mereka mengabdi.
Dalam kesempatan tersebut, Dina membawakan materi utama yang berfokus pada pengembangan karakter kepemimpinan yang efektif bagi generasi muda, khususnya calon tenaga kesehatan.
”Esensi seorang pemimpin tidak hanya terletak pada posisi atau jabatan yang diemban, melainkan pada kapasitasnya dalam membawa perubahan yang positif,” katanya.
Baca juga: Bupati Murung Raya tegaskan percepatan pembongkaran Pasar Pelita Hilir demi keselamatan warga
Selain berorientasi pada hasil dan dampak, Dina juga membahas tentang integritas yang harus dimiliki sebagai fondasi utama keselarasan antara perkataan dan perbuatan, kejujuran, serta kepatuhan terhadap kode etik profesi yang nantinya akan mereka jalankan di dunia kerja.
Lebih lanjut, ia juga menguraikan pentingnya sifat terbuka dan mau mendengar sebagai ciri pemimpin modern. Seorang pemimpin yang baik tidak boleh menutup diri dari masukan atau kritik, melainkan harus aktif mendengar aspirasi dari rekan kerja maupun masyarakat demi tercapainya keputusan yang objektif dan adil.
”Selain itu kepada para mahasiswi harus memiliki rasa empati, karena profesi bidan sangat erat kaitannya dengan sentuhan kemanusiaan dan pelayanan kesehatan masyarakat," jelasnya.
Menurutnya empati menjadi modal utama bagi seorang pemimpin di bidang kesehatan untuk bisa memahami kondisi psikologis dan kebutuhan pasien dengan tulus.
Sementara itu Direktur Akademi Kebidanan Murung Raya Hendri mengatakan pelatihan LDKM ini dirancang agar mahasiswi memiliki mentalitas kepemimpinan tangguh.
”Melalui paparan interaktif ini bersama Wakil Ketua I DPRD ini, para peserta diajak berdiskusi langsung dan merefleksikan pentingnya jiwa kepemimpinan sejak dini dalam menunjang masa depan akademik maupun karier profesional mereka,” ucap Hendri.
Baca juga: Bupati Murung Raya tegaskan percepatan program pembangunan usai pengesahan APBD-P 2026
Baca juga: Ketua DPRD Murung Raya minta pemda perbaiki alokasi pendanaan di APBD perubahan 2026
Baca juga: DPRD Murung Raya setujui Raperda APBD perubahan 2026, pendapatan daerah naik signifikan
Pewarta : Supriadi
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.