Jadi Plt Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti Pastikan Ini
Senin, 27 Juli 2026 - 09:33 WIB
Jakarta, VIVA – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti ditetapkan menjadi pejabat sementara Gubernur BI setelah pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya. Dia memastikan akan menjalankan tugasnya adengan maksimal.
Baca Juga
Hal itu sesuai dengan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Minggu (26/7). Jabatan sementara tersebut sesuai dengan Undang-Undang (UU) No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan UU No. 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Bank Indonesia akan selalu senantiasa memastikan keberlangsungan tugas dan wewenang untuk mencapai stabilitas nilai tukar rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, yang dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja sesuai dengan amanat Undang-Undang Bank Indonesia,” kata Destry dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.
Baca Juga
Dalam melaksanakan tugas dan wewenang tersebut, Destry menegaskan bahwa Bank Indonesia juga tetap mengutamakan tata kelola kelembagaan yang baik dan profesional. Selain itu, Bank Indonesia juga akan terus bersinergi dan berkoordinasi dengan pemerintah dalam menjalankan tugas dan amanahnya masing-masing.
Seperti diketahui, dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BI, Jakarta, alasan pengunduran diri Perry pun diungkap oleh Destry, yang mengatakan bahwa keputusan itu diambil Perry secara sukarela karena alasan pribadi.
Baca Juga
"Pengunduran diri saudara Perry Warjiyo dari posisi Gubernur BI secara sukarela, karena alasan pribadi pada tanggal 25 Juli 2026," kata Destry.
Meski demikian, Destry tak menjelaskan lebih jauh soal alasan pribadi apa yang dimaksud Perry, sebagai latar belakang dari keputusan pengunduran dirinya tersebut.
Rupiah Melemah ke Rp 17.972 Dibayangi Pelebaran Defisit APBN RI Imbas Lonjakan Harga Minyak Dunia
Hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.972 per dolar AS. Posisi itu melemah 9 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.963 per dolar AS.
VIVA.co.id
27 Juli 2026