Jangan Sepelekan Bunyi Aneh di Mobil, Bisa Berujung Mogok Saat Liburan
Selasa, 28 Juli 2026 - 17:59 WIB
Jakarta, VIVA – Banyak pemilik mobil menganggap bunyi-bunyi kecil dari kendaraan sebagai hal yang biasa. Padahal, suara dengung, decitan, hingga getaran yang muncul saat mobil digunakan bisa menjadi tanda awal adanya kerusakan pada komponen penting. Jika diabaikan, masalah tersebut berpotensi membuat kendaraan mogok di tengah perjalanan, terutama ketika digunakan menempuh jarak jauh.
Baca Juga
Kondisi seperti ini kerap terjadi saat musim liburan. Pengendara lebih fokus menyiapkan rute perjalanan, memesan penginapan, hingga membawa perlengkapan keluarga, tetapi lupa memastikan kondisi kendaraan benar-benar siap diajak melaju ratusan kilometer.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Akibatnya, tidak sedikit perjalanan yang terganggu karena mobil mengalami overheat, aki tiba-tiba soak saat berhenti di rest area, rem terasa kurang pakem, atau ban mengalami masalah di tengah jalan.
Baca Juga
Padahal, gejala-gejala tersebut umumnya sudah muncul sejak kendaraan masih digunakan untuk aktivitas harian. Hanya saja, banyak pemilik mobil memilih mengabaikannya karena merasa kendaraan masih bisa dikendarai.
Salah satu bagian yang wajib mendapat perhatian adalah kondisi seluruh cairan kendaraan. Oli mesin, coolant radiator, minyak rem, minyak transmisi, hingga air wiper memiliki peran penting menjaga performa mobil selama perjalanan panjang. Kekurangan salah satu cairan tersebut dapat memicu gangguan yang berujung pada kerusakan lebih serius.
Baca Juga
Selain itu, kondisi ban juga tidak boleh luput dari pemeriksaan. Ban merupakan satu-satunya komponen yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan sehingga harus dipastikan memiliki tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan, tapak yang masih tebal, serta bebas dari retakan maupun benjolan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Komponen lain yang sering terlupakan adalah sistem pengereman. Saat mobil melewati jalur menurun atau terjebak kemacetan panjang, rem akan bekerja lebih keras dibanding penggunaan harian. Kampas rem yang sudah menipis atau minyak rem yang kualitasnya menurun dapat mengurangi kemampuan pengereman dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Tak kalah penting adalah kondisi aki dan sistem kelistrikan. Aki yang mulai melemah terkadang tidak menunjukkan gejala saat kendaraan dipakai untuk aktivitas sehari-hari. Namun ketika mobil berhenti cukup lama di tempat istirahat, mesin bisa saja sulit dihidupkan kembali.
Halaman Selanjutnya
CEO Garasi.id, Ardy Alam, mengatakan masih banyak pemilik kendaraan yang baru menyadari adanya masalah setelah mobil digunakan untuk perjalanan jauh.