peezycoineth.vip

Jarwo Kwat dan Bedu Kenang Sosok Temon: Pelawak Menghibur Sesama Pelawak

2026-07-12 14:46

Jakarta -

Kepergian komedian Simson Rarameha Ngadang atau Temon meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekannya di dunia hiburan. Dua sahabatnya, Jarwo Kwat dan Bedu, mengenang almarhum sebagai sosok yang tak hanya mampu menghibur penonton, tetapi juga selalu membawa tawa di kalangan sesama komedian.

Jarwo Kwat mengaku baru mengetahui kabar meninggalnya Temon dari grup WhatsApp Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PASKI). Begitu mendapat kabar tersebut, ia langsung bergegas menuju rumah duka di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

"Iya tadi di grup WA PASKI, Persatuan Seniman Komedi Indonesia. Terus kemudian positif bahwa Bang Temon sudah meninggalkan kita semua. Baru ini sekarang sampai di sini," kata Jarwo Kwat di rumah duka, Minggu (12/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat tiba, Jarwo mendapati jenazah Temon sudah diberangkatkan menuju Gedung Serba Guna GPIB Effatha di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia pun berencana menyusul ke lokasi tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir.

Mengenang sosok Temon, Jarwo menyebut sahabatnya itu sebagai pribadi yang selalu membawa keceriaan. Bahkan, menurutnya, Temon menjadi sosok yang mampu menghibur sesama pelawak.

"Orangnya lucu. Nggak pernah ngeluh kalau masalah sakit. Perilakunya itu bikin kita menggemaskan, dalam arti pemecah suasana," ujarnya.

Jarwo juga menilai Temon merupakan pribadi yang baik hati dan nyaris tak pernah menunjukkan amarah kepada orang lain.

"Nggak pernah, dia nggak pernah marah. Dia cuma marah sama kehidupan dia sendiri. Kalau sama orang lain nggak pernah marah. Baik orangnya, baik banget itu orangnya," ungkap Jarwo.

"Dia itu penghibur pelawak. Jadi kita kalau pelawak itu menghibur masyarakat, dia itu menghibur pelawak juga. Honornya dobel, dari kita dapat, dari masyarakat dapat," lanjutnya.

Selain melawak, Temon juga dikenal piawai memainkan gitar. Jarwo mengatakan salah satu ciri khas almarhum adalah membawakan lagu-lagu humor, terutama saat berduet dengan Abdel.

"Main musiknya, main gitarnya luar biasa. Jago dia, suka tandeman sama Cing Abdel. Ciri khasnya dia itu lagu-lagu humor gitu bersama Cing Abdel," katanya.

Jarwo juga mengenang penampilan terakhir Temon dalam acara Jak-Culture di Pasar Seni Ancol bersama PASKI pada 21 Juni 2026. Saat itu, menurutnya, Temon tetap tampil menghibur meski kondisi fisiknya mulai menurun.

"Terakhir di Pasar Seni Ancol. Bang Temon salah satu pengisi acaranya juga bersama PASKI DKI Jakarta. Terakhir, lucu banget di sana tampil terakhir, dia tampil lucu banget," tuturnya.

"Memang pas tampil juga udah mulai agak lemah, daya ingatnya juga sudah berkurang, fisiknya juga sepertinya sudah nggak maksimal kayak sebelumnya. Kita nggak tahu bahwa itu sebuah isyarat," ucap Jarwo.

Ia mengaku mengetahui Temon sempat beberapa kali sakit, namun tidak mengetahui secara pasti penyakit yang diderita sahabatnya tersebut.

"Iya sempat, sudah lama juga dia sakit itu. Sakit terus mendingan lagi, baik lagi, terus sakit lagi, terus terakhir ya ini lah. Kita doakan yang terbaik buat beliau," pungkasnya.

Hal senada disampaikan Bedu. Sebagai Ketua PASKI Jakarta, ia mengaku kehilangan salah satu sosok penting di organisasi tersebut.

"Ini kebetulan teman salah satu pengurus juga di PASKI Jakarta. Saya selaku ketua bersama teman-teman yang lain benar-benar sebagai rasa duka kita, kita usahakan hadir ke rumah duka. Kita nggak pernah menduga kepergiannya begitu mendadak," kata Bedu.

Menurut Bedu, Temon masih aktif mengikuti berbagai kegiatan bersama PASKI, termasuk tampil dalam acara Jak-Culture di Ancol dan mengikuti workshop komedi.

"Terakhir pementasan kita di Jak-Culture Ancol. Sebelumnya juga ikut workshop dan coaching clinic komedi. Memang masih sempat berkegiatan bersama-sama," ujarnya.

Bedu juga mengenang pertemuan terakhir mereka sekitar dua hingga tiga bulan lalu di rumah Temon. Saat itu, keduanya bahkan masih sempat bermain tenis meja bersama.

"Terakhir saya ke rumah beliau masih sempat main tenis meja. Dua-tiga bulan yang lalu masih sempat main tenis meja sama beliau," tuturnya.

Meski kini diketahui Temon meninggal akibat serangan jantung, Bedu mengaku tak pernah mendengar almarhum mengeluhkan kondisi kesehatannya.

"Dia orangnya nggak mau ngeluh. Dia orang selalu tertawa. Pelawak itu, komedian itu, sakit apa pun selalu dirahasiakan sendiri. Nggak pernah mau dibagi sama teman-teman," ucap Bedu.

Bagi Bedu, sosok Temon akan selalu dikenang lewat candaan dan sifatnya yang mudah bergaul.

"Saya mau berduka, mau bersedih, tapi selalu ingat hal-hal lucu sama beliau. Orangnya memang lucu dan kalau dibercandain juga nggak pernah marah," katanya.

Di akhir, Bedu menyampaikan doa untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.

"Semoga kepergian beliau membawa ketenangan, keluarganya diberi kesabaran, dosanya diampuni. Kami teman-temannya akan terus mendoakan dan mengenang karya-karyanya," ujar Bedu.

Bedu juga mengungkapkan, selain aktif sebagai komedian, Temon memiliki peran sebagai penasihat di PASKI. Berbekal latar belakang pendidikan psikologi, almarhum kerap membantu rekan-rekannya yang membutuhkan masukan dan pendampingan.

Saat ini jenazah Temon disemayamkan di Gedung Serba Guna GPIB Effatha, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rencananya, almarhum akan dimakamkan pada Senin (13/7/2026) di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

(fbr/nu2)