Java United FC Resmi Pindah ke Semarang, Tetap Pertahankan Akademi Gratis di Ternate
Manajemen menyebut langkah tersebut diambil sebagai bagian dari strategi untuk membangun klub yang lebih profesional, kompetitif, dan berkelanjutan.
Presiden Java United FC, Sofyan Lestaluhu, menegaskan perpindahan markas bukan berarti klub meninggalkan Maluku Utara. Menurutnya, perubahan tersebut justru menjadi momentum untuk mengalihkan fokus investasi demi pengembangan sepakbola usia dini di wilayah tersebut.
"Oleh karena itu, kami ingin menegaskan bahwa langkah ini bukanlah akhir dari komitmen kami terhadap Maluku Utara, melainkan perubahan fokus investasi demi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masa depan sepak bola Maluku Utara dan nasional lewat pembinaan usia dini," ujar Sofyan melalui keterangan resmi klub.
Sofyan juga mengungkapkan keinginan manajemen untuk ikut membantu membangkitkan kembali Persiter, klub lokal yang memiliki sejarah panjang di Ternate.
Meski markas tim dipindahkan ke Semarang, Java United FC memastikan seluruh aset yang telah dibangun di Ternate tetap dipertahankan. Salah satunya adalah fasilitas training ground yang akan difungsikan sebagai pusat pengembangan pemain usia dini melalui Akademi Merah Putih.
https://akurat.co/bola/879290/resmi-malut-united-berganti-nama-jadi-java-united-fc-bermarkas-di-semarang
Akademi tersebut ditargetkan menampung hingga 150 anak. Program ini secara khusus menyasar anak yatim piatu serta anak-anak dari keluarga kurang mampu dan seluruh fasilitasnya diberikan secara gratis, mulai dari proses pendaftaran hingga kegiatan pembinaan dan kehidupan di asrama.
Tak hanya mengandalkan program lokal, Akademi Merah Putih juga akan menjalani kerja sama dengan SL Benfica. Klub asal Portugal tersebut dikenal memiliki tradisi panjang dalam pengembangan pemain muda.
Melalui kerja sama tersebut, dua pelatih dari SL Benfica dijadwalkan datang ke Ternate untuk mendampingi sekaligus tinggal bersama para peserta akademi. Kurikulum dan metodologi pembinaan pun akan mengacu pada standar internasional.
Dengan demikian, Ternate tetap diproyeksikan menjadi salah satu pusat penting pembinaan talenta muda Java United FC. Manajemen berharap anak-anak dari Maluku Utara dan Maluku mendapatkan akses terhadap sistem pembinaan sepakbola yang lebih modern dan terarah.
Di sisi lain, Java United FC juga mulai membangun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan sepak bola di Jawa Tengah. Sofyan berharap pemerintah daerah, komunitas, hingga pelaku industri olahraga dapat bersinergi dalam perjalanan baru klub di Semarang.
"Tentu kami sangat berharap dapat bekerja sama dengan stakeholder sepakbola di Jawa Tengah, dari pemerintah daerah, komunitas sepakbola, hingga pelaku industri olahraga, karena kita sama-sama memiliki semangat persaudaraan dalam memajukan sepak bola Indonesia," tutur Sofyan.
Transformasi tersebut juga mendapatkan sambutan dari pelatih Java United FC, Fabio Lefundes. Pelatih asal Brasil yang telah berkarier di Indonesia sejak November 2021 itu mengaku menerima tantangan tersebut karena memiliki visi yang sama dengan pemilik klub.
"Saya menerima ajakan sekaligus tantangan dari pemilik klub karena saya merasa kami punya tujuan yang sama. Saya melihat keseriusan pemilik klub dalam membangun dan mengembangkan sepak bola Indonesia," ucap Fabio.
Sementara itu, pemain Java United FC asal Pati, Jawa Tengah, Riyan Ardiansyah, menyambut positif kehadiran klub di daerah asalnya. Ia berharap transformasi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan sepakbola Jawa Tengah.
"Tentu saya menyambut hangat kehadiran Java United di daerah asal saya. Semoga transformasi klub ini dapat ikut membantu perkembangan sepakbola di Jawa Tengah serta memberikan hiburan kepada masyarakat," kata Riyan.
Java United FC juga membawa sejumlah pemain yang memiliki pengalaman di kompetisi sepak bola Indonesia. Beberapa nama yang masuk dalam skuad antara lain Cyrus Margono, Miswar Saputra, Gustavo Franca, Yance Sayuri, Yakob Sayuri, Kei Hirose, Ciro Alves, Frets Butuan, hingga David Da Silva.
Kehadiran para pemain tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya Java United FC membangun skuad yang kompetitif untuk menghadapi musim 2026-2027.
Sofyan pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, PSSI Jawa Tengah, insan sepakbola, serta masyarakat yang menyambut kehadiran Java United FC.
"Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, PSSI Jawa Tengah, seluruh insan sepakbola di provinsi ini dan masyarakat Indonesia yang mau menerima dan menyambut kehadiran Java United FC di percaturan sepak bola nasional mulai musim 2026-2027," kata Sofyan.
Java United FC kini memiliki dua fokus dalam perjalanan barunya. Markas tim di Semarang akan menjadi pusat aktivitas kompetisi, sementara Ternate tetap dipertahankan sebagai bagian penting dari proyek pembinaan pemain muda.