peezycoineth.vip

Jelang Kedatangan Kapal Induk AS, Pattaya Razia Prostitusi

2026-09-01 13:32

Di Pattaya, sebagian pelaku usaha berharap kedatangan ribuan personel militer AS dapat membawa tambahan pemasukan.

Pattaya awalnya merupakan desa nelayan yang kemudian berkembang menjadi pusat wisata. Perkembangan kota tersebut antara lain didorong oleh kedatangan tentara AS yang mencari tempat beristirahat dan hiburan selama Perang Vietnam.

Wali Kota Pattaya Poramase Ngampiches memperkirakan setiap personel militer AS dapat membelanjakan sekitar 1.000 hingga 3.000 baht (Rp534.000 hingga Rp1,6 juta) per hari, tergantung berapa lama mereka berada di darat dan apakah mereka menginap.

Izin turun ke darat biasanya diberikan secara bergiliran. Artinya, tidak seluruh personel akan meninggalkan kapal pada waktu yang sama.

"Hal ini seharusnya membantu menggerakkan perekonomian Pattaya dalam jangka pendek," sebut Poramase.

Namun, sebagian uang yang dibelanjakan para personel tersebut bisa mengalir ke bisnis seks yang menjadi bagian dari industri hiburan Pattaya.

Skala bisnis tersebut begitu besar hingga Biro Investigasi Federal AS (FBI), sekitar satu dekade lalu, menyebut Pattaya sebagai "salah satu destinasi wisata seks terkemuka di dunia".

"Masuknya pelanggan dalam jumlah besar dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan karena bisa meningkatkan kemungkinan eksploitasi seksual dan penyebaran penyakit menular seksual," ungkap Pipatpong Fakfare, dosen di School of Humanities and Tourism Management, Bangkok University.

Ia menyoroti laporan mengenai stres dan percobaan bunuh diri di kalangan personel USS Abraham Lincoln sebagai persoalan lain yang menambah kekhawatiran.

Menurut Presiden Association of Chonburi Tourism Federation Thanet Supornsahasrungsi, besarnya dampak ekonomi bagi Pattaya, yang memiliki lebih dari 300.000 kamar, juga akan bergantung pada tempat para personel memilih menghabiskan waktu selama berada di darat.

Sebagian dari mereka, misalnya, bisa memilih pergi ke Bangkok.

"Ketika kami mendengar kabar bahwa kapal perang Angkatan Laut AS akan berlabuh di Pattaya, hal itu menjadi harapan bagi kami," ujar Presiden Pattaya Nightlife Business Association Lisa Hamilton.

"Saya sudah tinggal di Pattaya selama lebih dari 20 tahun, dan belum pernah melihat tahun yang sesepi tahun ini."