peezycoineth.vip

Jembatan Perintis Garuda di Gianyar mudahkan akses warga Desa Saba - ANTARA News Bali

2026-07-29 23:43

Gianyar, Bali (ANTARA) - Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana menyelesaikan pembangunan infrastruktur jembatan perintis Garuda yang memudahkan akses dan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat di Desa Saba, Kabupaten Gianyar, Bali.

“Ini penting bagi kami untuk membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi masyarakat,” kata Panglima Kodam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto di sela peresmian jembatan tersebut di Desa Saba, Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu.

Jembatan perintis Garuda itu memiliki panjang 10 meter dengan lebar tiga meter.

Infrastruktur tersebut menghubungkan Banjar Adat Saba dengan Banjar Adat Adegan, Kecamatan Blahbatuh, sehingga menjadi akses penting yang memperlancar mobilitas masyarakat di kedua wilayah.

Ia menjelaskan jembatan perintis Garuda merupakan bagian dari program strategis nasional yang bertujuan menghadirkan infrastruktur untuk membantu masyarakat desa mengatasi berbagai persoalan, khususnya terkait aksesibilitas.

Pihaknya akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kodam IX/Udayana mendukung program Pemerintah Provinsi Bali maupun Pemerintah Kabupaten Gianyar untuk memecahkan berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Pembukaan perdana jembatan tersebut diawali dengan penandatanganan prasasti oleh Pangdam IX/Udayana didampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Gianyar Made Mahayastra.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster mengapresiasi pembangunan jembatan perintis itu yang dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Saba.

"Terima kasih Bapak Pangdam yang telah membangun jembatan ini sehingga dapat menghubungkan dua wilayah di Desa Saba. Infrastruktur ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar  Koster.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.