JK minta negara Islam utamakan dialog untuk redam konflik Timur Tengah - ANTARA News Bengkulu
Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menyayangkan eskalasi konflik yang kembali terjadi di kawasan Timur Tengah, dan meminta negara-negara Islam mengedepankan dialog dan diplomasi agar konflik tidak berkembang menjadi perang terbuka.
Pada sela-sela Kongres Umat Islam ke-VIII di Jakarta Selatan, Minggu, JK menyebut situasi Timur Tengah yang kembali memanas merupakan hal yang sangat disayangkan, terlebih sebelumnya terdapat harapan setelah adanya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat.
"Kita sangat sayangkan apa yang terjadi makin meluas. Semula kita bergembira bahwa sudah ada kesepakatan antara Iran dengan Amerika, tapi buyar lagi, malah makin meluas," katanya.
Ketua Dewan Masjid Indonesia itu menilai negara-negara Arab dan negara Islam lainnya perlu mengambil peran untuk mendorong penyelesaian konflik melalui perdamaian.
Ia juga mengingatkan pihak-pihak yang bertikai agar menahan diri dan mengutamakan penyelesaian secara politik.
"Kita harapkan dari Timur Tengah sendiri, negara-negara Arab juga berusaha untuk mendamaikan masing-masing," ujarnya.
Jusuf Kalla juga menyoroti konflik yang terjadi di Yaman, termasuk ketegangan antara kelompok Houthi dan Pemerintah Yaman. Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri serta membangun kembali persatuan internal agar tidak memperburuk kondisi kawasan.
Selain itu, ia juga meminta negara-negara lain yang memiliki pengaruh di kawasan untuk tidak memperluas konflik ke wilayah negara lain. Ia menekankan pentingnya penghentian kekerasan sebagai langkah awal menuju perdamaian.
Ketua Umum Palang Merah Indonesia itu menegaskan, dialog menjadi kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan antarnegara Islam.
JK menyebut organisasi-organisasi internasional seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan negara-negara Islam dan mendorong penyelesaian konflik secara damai.
Jusuf Kalla menilai Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mendorong terciptanya perdamaian.
Ia menegaskan Indonesia tetap konsisten mendukung perdamaian, termasuk terkait konflik yang terjadi di Palestina dan berbagai wilayah Timur Tengah lainnya
"Indonesia tentu mendukung perdamaian, sangat mendukung perdamaian. Apa yang terjadi di Palestina, apa yang terjadi di Timur Tengah merupakan suatu musibah," tutur Jusuf Kalla.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.