peezycoineth.vip

JKN lindungi peserta terdampak kabut asap akibat karhutla - ANTARA News Kalimantan Barat

2026-08-29 02:04

Palangka Raya (ANTARA) - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diselenggarakan BPJS Kesehatan menjamin pelayanan kesehatan bagi peserta yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sepanjang kepesertaan JKN dalam kondisi aktif.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palangka Raya K Hindro Kusumo di Palangka Raya, Jumat, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir mengakses layanan kesehatan apabila mengalami keluhan gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ispa) dipicu kabut asap.

"Untuk pelayanan kesehatan terkait ispa tentunya dijamin oleh Program JKN selama kepesertaan JKN aktif. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Apabila mulai mengalami ispa yang disebabkan oleh kabut asap dan telah memastikan JKN-nya aktif, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) terdaftar," katanya.

Ia menjelaskan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah berdampak terhadap gangguan kesehatan masyarakat.

Kondisi tersebut, katanya, perlu diantisipasi dengan menerapkan pola hidup sehat dan segera memeriksakan diri apabila mulai mengalami gangguan kesehatan.

Ia mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas, mengurangi kegiatan di luar ruangan, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Selain itu, masyarakat diminta memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif sehingga dapat memperoleh pelayanan kesehatan ketika dibutuhkan.

"Jangan ragu untuk memanfaatkan layanan kesehatan apabila mengalami keluhan akibat kabut asap. Yang terpenting kepesertaan JKN tetap aktif," katanya.

Salah seorang peserta JKN yang juga warga Desa Tumbang Nusa, Saifuli (61), mengaku merasakan langsung dampak karhutla terhadap kondisi kesehatan.

Sebagai petani, dia mengaku bersama warga, personel TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut berjaga di sekitar perbatasan lahan warga dan titik api untuk mengantisipasi penyebaran karhutla.

Aktivitas tersebut, katanya, cukup menguras tenaga, terlebih dirinya memiliki riwayat hipertensi dan mengalami sejumlah keluhan gangguan kesehatan ketika terjadi karhutla.

"Hari ini saya menjalani kontrol di RSUD Kota Palangka Raya bersama tetangga. Warga kami yang lain juga banyak mengalami keluhan, seperti sakit kepala, pusing, mual-mual, sesak napas, hingga diare," katanya.

Ia mengakui Program JKN memberikan rasa aman dirinya dan warga lainnya ketika membutuhkan pelayanan kesehatan di tengah kondisi karhutla.

"Dampak kabut asap memang sering dirasakan saat musim karhutla, namun asal punya BPJS (Program JKN) pengobatannya aman," ujarnya.

Keluhan kesehatan akibat kondisi lingkungan juga dirasakan Anisavitri (36), peserta JKN asal Kota Palangka Raya.

Dia saat ini mendampingi anak bungsu yang berusia lima bulan menjalani rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Palangka Raya.

Ia mengatakan anaknya mengalami diare dan dehidrasi selama sekitar satu pekan. Setelah sempat mendapatkan pelayanan rawat jalan di poli anak, kondisi sang buah hati justru semakin lemas sehingga harus menjalani rawat inap.

"Dampak kabut asap ini benar-benar meresahkan, terutama bagi kami yang memiliki anak kecil. Putra saya mengalami diare dan dehidrasi selama seminggu terakhir," katanya.

Dia mengatakan pelayanan rumah sakit berjalan cepat dan tidak mengalami kendala ketika menjalani proses rawat inap.

"Hari ini baru hari pertama rawat inap, sejauh ini layanan rumah sakitnya cepat dan tidak ada kendala," ujarnya.

Pewarta: Rendhik Andika
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.