Kabupaten Donggala mulai bangun Kampung Nelayan Merah Putih senilai Rp30,2 miliar
Kabupaten Donggala mulai bangun Kampung Nelayan Merah Putih senilai Rp30,2 miliar
Jumat, 9 Oktober 2026 09:42 WIB
Bupati Donggala Vera Elena Laruni saat meninjau lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Batusuya, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). (ANTARA/HO-Pemkab Donggala)
Donggala (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) memulai pembangunan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) senilai Rp30,2 miliar yang didukung oleh investasi pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini menjadi catatan bersejarah bagi perkembangan dan pertumbuhan usaha perikanan tangkap di Kabupaten Donggala dengan nilai investasi sebesar Rp30,2 miliar," kata Bupati Vera Elena Laruni di Sindue, Sulteng, Jumat.
Ia mengemukakan pembangunan KNMP tersebut mengusung konsep hub dan penyangga yang dirancang untuk memperkuat aktivitas pendaratan serta distribusi hasil laut masyarakat pesisir.
"Untuk fasilitas infrastruktur yang disiapkan di kawasan KNMP meliputi tambatan perahu nelayan, shelter pendaratan ikan, kantor pengelola, dok kapal, pabrik es, gedung beku (cold storage), hingga kios perbekalan nelayan," ucapnya.
Ia menuturkan KNMP di daerah tersebut dibangun pada enam titik lokasi strategis seperti Desa Salubomba Kecamatan Banawa Tengah, Kelurahan Bone Oge Kecamatan Banawa, Desa Batusuya Kecamatan Sindue Tombusabora, Desa Tompe Kecamatan Sirenja, Desa Panggalaseang Kecamatan Sojol, serta satu lokasi lain yang ditetapkan dalam program.
Menurut dia, hadirnya infrastruktur fisik ini tidak hanya sekadar bangunan, tetapi mampu menjadi landasan bagi pengembangan kawasan pesisir yang lebih produktif, mandiri, dan modern.
"Harapannya masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dapat mentransformasi kawasan pesisir tradisional menjadi kawasan yang mandiri, maju, modern, dan sejahtera," sebutnya.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026