peezycoineth.vip

Kabupaten Kudus gelar Festival Keluarga Sehat

2026-08-26 15:21

Kabupaten Kudus gelar Festival Keluarga Sehat

Rabu, 26 Agustus 2026 22:21 WIB

Image Print

Pemeriksaan balita pada Festival Keluarga Sehat tahun 2025 di Alun-alun Kudus, Jawa Tengah, sebagai salah satu upaya memerangi stunting atau tengkes. ANTARA/HO-Humas Djarum Foundation

Kudus (ANTARA) - Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menggelar Festival Keluarga Sehat 2026 sebagai salah satu upaya mengedukasi masyarakat untuk pencegahan dan penanganan stunting sekaligus mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

"Melalui Festival Keluarga Sehat yang digelar di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus pada 29-30 Agustus 2026 ini, menghadirkan perpaduan edukasi kesehatan, layanan kesehatan, aktivitas keluarga, hingga hiburan yang dapat dinikmati bersama keluarga," kata Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation Achmad Budiharto di Kudus, Rabu.

Ia mengungkapkan festival ini kolaborasi antara Bakti Sosial Djarum Foundation, MilkLife, dan Pemkab Kudus dengan mengusung tema "Jaga Generasi Emas, Merdeka Lawan Stunting".

Kegiatan tersebut, kata dia, bagian dari komitmen bersama untuk terus meningkatkan dan memperluas kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak sejak dini, sebagai upaya pencegahan tengkes.

Menurut dia, upaya mencegah stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama keluarga sebagai lingkungan pertama dan terdekat bagi tumbuh kembang anak.

Oleh karena itu, edukasi mengenai gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pemantauan tumbuh kembang perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.

Sebelum festival, penyelenggara menggelar rangkaian acara selama 19 Juli hingga 9 Agustus 2026, yaitu Aksi Rumah Resik Sehat (SIKAT) dan Belanja Pinter Gizine Bener (BPGB).

Dua kegiatan tersebut untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, kebersihan lingkungan, serta tetap melakukan perilaku hidup bersih dan sehat demi mewujudkan generasi emas di Kabupaten Kudus.

SIKAT diikuti total 2.311 peserta yang terbagi dari empat desa, yakni Desa Wonosoco, Desa Gribig, Desa Mejobo, dan Desa Klaling. Kegiatan ini untuk mengukur dan memperkuat praktik kebersihan rumah tangga sebagai fondasi pencegahan stunting.

Selain itu, praktik menjaga kebersihan lingkungan dilakukan melalui jalan sehat sambil mengajak warga memungut sampah dan berkomitmen menjaga lingkungan.

BPGB bertujuan mendorong keputusan belanja harian dengan lebih sadar memilih bahan makanan yang memenuhi kriteria gizi yang sudah ditentukan, yaitu karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur dan buah, serta pelengkap (susu).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Abdul Hakam mengatakan festival tersebut, menghadirkan pemeriksaan tumbuh kembang anak, pemeriksaan kesehatan, serta layanan psikologi bagi anak dan keluarga dengan melibatkan 19 puskesmas.

Pemeriksaan juga akan melibatkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dengan sedikitnya 12 dokter spesialis anak yang dijadwalkan bertugas dalam beberapa sif. Keterlibatan dokter spesialis anak menjadi kesempatan untuk melakukan skrining ulang terhadap anak yang sebelumnya terindikasi stunting di puskesmas.

"Harapannya nanti bisa lebih spesifik dalam menentukan anak-anak stunting maupun terapi anak-anak stunting," ujarnya.

Ia menjelaskan pemeriksaan oleh dokter spesialis juga dapat memastikan apakah kondisi anak benar-benar disebabkan stunting atau terdapat faktor lain, seperti kelainan jantung bawaan maupun penyakit bawaan lainnya.

Berdasarkan data hingga Juli 2026, jumlah anak stunting di Kabupaten Kudus mengalami penurunan sekitar 0,3 persen pada semester berjalan.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.