peezycoineth.vip

KAI Daop 6 sosialisasi keamanan perjalanan dan antipelecehan di kereta api

2026-08-12 16:26

KAI Daop 6 sosialisasi keamanan perjalanan dan antipelecehan di kereta api

Rabu, 12 Agustus 2026 23:26 WIB

Image Print

Sosialisasi keamanan perjalanan dan anti pelecehan seksual di lingkungan kereta api dikemas dalam talk show di Fasad Stasiun Tugu Yogyakarta. Rabu (12/8/2026) (ANTARA/Hery Sidik)

Yogyakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 menggandeng komunitas Semboyan Satoe Community (SSC) menggelar sosialisasi keamanan perjalanan dan anti pelecehan seksual di lingkungan kereta api, guna mewujudkan transportasi publik yang aman, nyaman, bebas dari kekerasan.

"Sosialisasi ini adalah ajakan dan edukasi bagi kita semua untuk lebih peduli, lebih berani bersuara, dan tidak membiarkan ruang publik kita ternodai oleh tindakan pelecehan seksual," kata Manager Humas KAI Daop 6 Feni Novida Saragih disela sosialisasi di Stasiun Tugu Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, transportasi yang aman dapat diwujudkan atas sinergi antara operator pelayanan KA dan seluruh pengguna layanan, dukungan pemangku kepentingan terkait dan komunitas juga dibutuhkan untuk mewujudkan ekosistem perkeretaapian yang aman dan nyaman bagi semua kalangan.

"KAI memastikan seluruh layanan perjalanan kereta api dilandasi prinsip keamanan, kenyamanan, dan perlindungan bagi setiap pelanggan tanpa kecuali. Keselamatan dan rasa aman adalah hak setiap penumpang, dan KAI berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman," katanya.

Menurut dia, KAI menyediakan berbagai kanal pelaporan dan mekanisme penanganan cepat apabila terjadi dugaan tindakan pelecehan seksual di lingkungan kereta api.

Oleh karena itu, lanjut dia, jika penumpang melihat atau mengalami tindakan yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas di stasiun, kondektur, atau melalui Contact Center 121.

"Petugas keamanan kami juga aktif dan responsif melakukan penyisiran beberapa menit sekali ke masing-masing kereta penumpang untuk memastikan semua penumpang dalam keadaan aman dan nyaman saat menggunakan jasa kereta api," katanya.

Sebagai upaya preventif, KAI menghadirkan inovasi fitur Female Seat Map pada aplikasi Access by KAI yang memungkinkan penumpang dapat mengetahui posisi tempat duduk mana yang diisi perempuan dan laki-laki, sehingga bisa memilih tempat duduk yang sesuai dengan kebutuhan.

"Ini merupakan salah satu komitmen KAI untuk terus berinovasi menjawab kebutuhan pelanggan sehingga makin nyaman saat menggunakan kereta api," katanya.

Feni mengatakan, komitmen antara KAI, kepolisian, KPAID, serta komunitas memperkuat ekosistem perlindungan yang komprehensif dan terpadu, menjadikan kereta api bukan hanya moda transportasi masal, tetapi tempat yang nyaman bagi kaum perempuan untuk beraktivitas.

"Kami harap makin banyak masyarakat yang memahami pentingnya keamanan di transportasi publik, serta berani melapor jika terjadi indikasi pelecehan. KAI akan sanksi tegas kepada pelaku kejahatan seksual di lingkungan kereta api dengan mem-black list, sehingga tidak dapat menggunakan kereta api selama 20 tahun," katanya.

Sementara itu, Ketua SSC Teguh Iman Santosa mengatakan, sebagai komunitas pecinta kereta api, Komunitas Semboyan Satoe sangat mendukung penuh upaya PT KAI dalam menciptakan perjalanan yang aman dan bebas pelecehan.

"Kami terus aktif dan berkolaborasi dalam mengedukasi kesadaran ini di kalangan anggota dan pengguna jasa transportasi, serta mendorong budaya saling melindungi. Kolaborasi antara operator, komunitas, dan penumpang adalah kunci untuk membangun ekosistem perkeretaapian yang nyaman bagi semua," katanya.

Kereta api menunggu keberangkatan di Stasiun Tugu Yogyakarta. Rabu (12/8/2026) (ANTARA/Hery Sidik)

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026