peezycoineth.vip

Kanker Sudah Terdeteksi, Haruskah Pengobatan Langsung Dimulai? Ini Penjelasan Dokter

2026-09-18 15:50

Jumat, 18 September 2026 - 22:50 WIB

VIVA – Diagnosis kanker sering kali menjadi momen yang membuat pasien dan keluarga ingin segera mengambil tindakan. Setelah hasil pemeriksaan memastikan adanya kanker, keinginan untuk secepatnya menjalani operasi, kemoterapi, radioterapi, atau pengobatan lainnya merupakan hal yang dapat dipahami.

Baca Juga

Namun, dalam penanganan kanker, cepat mendapatkan terapi tidak selalu berarti harus terburu-buru menentukan pilihan pengobatan. Dokter perlu memastikan bahwa tindakan yang dipilih memang sesuai dengan karakteristik kanker dan kondisi pasien.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kanker masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius di Indonesia. Berdasarkan data Global Cancer Observatory, terdapat lebih dari 400.000 kasus kanker baru dan 242.099 kematian akibat kanker di Indonesia sepanjang 2022. Angka tersebut setara dengan sekitar 660 kematian setiap harinya.

Baca Juga

Pemerintah pun terus mendorong deteksi kanker sedini mungkin. Skrining kanker telah menjadi bagian dari program pemeriksaan kesehatan gratis. Target pemeriksaan juga ditingkatkan dari sekitar 70 juta orang pada 2025 menjadi 136 juta orang pada 2026. Selain itu, perangkat ultrasonografi atau USG didistribusikan ke sekitar 10.000 puskesmas.

Deteksi dini memang menjadi bagian penting karena banyak pasien kanker di Indonesia masih datang ketika penyakit telah memasuki stadium tiga atau empat. Meski demikian, ketika kanker sudah ditemukan, langkah berikutnya tetap membutuhkan pertimbangan yang matang.

Baca Juga

Diagnosis Kanker Bukan Akhir dari Proses Pemeriksaan

Perkembangan ilmu onkologi membuat dokter kini memiliki lebih banyak informasi untuk menentukan terapi dibandingkan sebelumnya. Jenis kanker dan stadium penyakit tetap menjadi dasar penting, tetapi keduanya bukan satu-satunya faktor yang diperhitungkan.

Karakteristik biologis tumor, biomarker tertentu, profil genetik, lokasi penyebaran kanker, kondisi kesehatan secara umum, serta respons terhadap terapi sebelumnya dapat memengaruhi keputusan pengobatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Artinya, dua orang yang sama-sama didiagnosis kanker payudara, kanker paru-paru, atau kanker prostat dan memiliki stadium yang serupa belum tentu mendapatkan terapi yang sama.

Pertimbangan tersebut membuat proses setelah diagnosis menjadi sangat penting. Pasien mungkin perlu menjalani pemeriksaan tambahan atau berkonsultasi dengan lebih dari satu dokter spesialis sebelum menentukan strategi terapi. Dr. Kevin Tay, Konsultan Senior Onkologi Medis di OncoCare Cancer Centre Singapura, menjelaskan bahwa karakteristik kanker pada setiap individu dapat menghasilkan pendekatan terapi yang berbeda.

Halaman Selanjutnya

“Dua pasien bisa saja datang dengan diagnosis yang sama. Setelah kita mencermati kankernya secara biologis dan gambaran klinis masing-masing individu, strategi pengobatan mereka bisa sangat berbeda. Langkah pertama adalah memastikan pasien ditangani oleh spesialis yang tepat, dengan informasi yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan tersebut dengan benar," jelas Dr. Kevin Tay.