KB Bank Perlebar Sasaran Bisnis, Korporasi Tak Lagi Jadi Satu-satunya Andalan
Warta Ekonomi, Jakarta -
PT Bank KB Indonesia Tbk atau KB Bank mulai memperluas perburuan bisnisnya dengan mengembangkan segmen Enterprise Banking. Langkah ini menyasar usaha kecil dan menengah (SME) serta perusahaan berukuran menengah yang dinilai memiliki ruang pertumbuhan, sekaligus menjadi bagian dari strategi bank memperlebar basis bisnis di luar korporasi besar.
Enterprise Banking merupakan divisi khusus di bawah Wholesale Banking KB Bank yang resmi dibentuk pada April 2026. Segmen ini tidak hanya diarahkan untuk menyalurkan kredit, tetapi juga memperkuat hubungan transaksi dengan pelaku usaha menengah.
Direktur Wholesale Banking KB Bank Widodo Suryadi mengatakan, pengembangan segmen tersebut dilakukan dengan memanfaatkan rantai pasok perusahaan besar. Korporasi ditempatkan sebagai pusat atau anchor, sementara KB Bank kemudian mengikuti aliran transaksi ke bisnis-bisnis yang berada di sekitarnya.
“Jadi, korporasi ini menjadi anchor-nya. Kemudian kita mengikuti aliran uangnya, mulai dari supply chain, commercial, enterprise, sampai ke toko-toko,” ujar Widodo dalam KB Bank Media Workshop di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Dengan pola tersebut, KB Bank tidak berhenti pada pembiayaan perusahaan besar. Bank juga membidik peluang dari pemasok, distributor, perusahaan komersial, hingga pelaku usaha menengah yang terhubung dalam rantai bisnis korporasi.
Strategi ini sekaligus menunjukkan upaya KB Bank memperluas sumber pertumbuhan bisnisnya. Melalui Enterprise Banking, bank menargetkan posisi sebagai bank utama bagi perusahaan yang tengah berkembang di berbagai wilayah Indonesia, sekaligus menghubungkan nasabah dengan ekosistem korporasi KB Bank dan jaringan bisnis Korea Selatan.
Dalam mengembangkan segmen tersebut, KB Bank mengandalkan lima prinsip pertumbuhan, yakni berbasis ekosistem, mengutamakan hubungan dengan nasabah, mendahulukan kualitas dibandingkan volume, memperkuat layanan digital, serta menyediakan pembiayaan yang lebih spesifik sesuai kebutuhan usaha.
Pendekatan tersebut membuat ekspansi Enterprise Banking tidak semata-mata mengejar pertumbuhan kredit. KB Bank juga menekankan pengawasan kualitas portofolio agar perluasan bisnis tidak dilakukan secara agresif tanpa memperhatikan risiko.
Dari sisi layanan, setiap nasabah Enterprise Banking akan didampingi Relationship Manager yang menghubungkan mereka dengan berbagai produk KB Bank. Layanan tersebut mencakup pembiayaan modal kerja, pembiayaan investasi, supply chain financing, pengelolaan rekening operasional, pembayaran, payroll, perdagangan, hingga transaksi valuta asing.
Baca Juga: Tak Puas Garap Korporasi, KB Bank Bidik Seluruh Rantai Pasok
Baca Juga: Kredit Wholesale KB Bank Cuma Tumbuh 2,85% di Semester I-2026
Baca Juga: Cukup Pakai BISA Mobile, Nasabah KB Bank Syariah Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu
KB Bank juga mengandalkan platform KBstarbiz untuk mendukung transaksi nasabah dan memberikan visibilitas terhadap arus kas secara lebih real time. Dengan cara ini, bank berupaya memperbesar keterikatan nasabah usaha menengah terhadap layanan perbankannya, bukan hanya melalui kredit tetapi juga transaksi harian.
Ekspansi tersebut berjalan di tengah pertumbuhan Wholesale Banking KB Bank yang masih relatif terbatas. Hingga Juni 2026, total kredit Wholesale Banking tercatat Rp30,28 triliun, naik 2,85% secara year to date (YTD) dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar Rp29,45 triliun.
Sementara itu, normal loan Wholesale Banking mencapai Rp22,77 triliun, hanya tumbuh 2,23% dari Rp22,27 triliun pada akhir 2025.