KCIC tegaskan proses hukum pencuri kabel Whoosh demi keselamatan operasional - ANTARA News Jawa Barat
Bandung (ANTARA) - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menekankan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh yang bertujuan memberikan efek jera karena tindakan tersebut dapat mengganggu operasional dan mengancam keselamatan perjalanan kereta cepat.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan dampak pencurian tidak hanya berupa kerugian materiil akibat kabel yang hilang, tetapi juga terganggunya pelayanan kepada penumpang.
“Kami berharap pengungkapan ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak melakukan maupun terlibat dalam tindakan tersebut,” kata Eva di Bandung, Kamis.
Eva mengatakan dalam pengungkapan kasus pencurian kali ini Kepolisian Daerah Jawa Barat berhasil mengamankan enam orang yang terdiri atas lima tersangka pencurian dengan pemberatan dan satu tersangka penadah.
KCIC mendukung Kepolisian dalam pengungkapan kasus tersebut melalui pertukaran informasi dan pendampingan di lokasi kejadian.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kepolisian yang telah bekerja sama hingga seluruh jaringan yang terlibat mulai dari pelaku hingga penadah berhasil diungkap. Terhadap tindakan yang dapat membahayakan operasional Whoosh tidak ada kompromi,” ujar Eva.
Ia menyebut rangkaian pencurian terjadi di sejumlah titik pada petak antara Stasiun Karawang dan Padalarang serta antara Stasiun Padalarang dan Tegalluar Summarecon.
“Kabel yang menjadi sasaran antara lain kabel telekomunikasi, kabel persinyalan, kabel grounding, serta komponen pendukung prasarana Whoosh,” katanya.
Eva menyampaikan bahwa tiga dari lima tersangka pencurian diketahui pernah bekerja dalam proyek KCIC sehingga memiliki pengetahuan mengenai kondisi di sekitar jalur.
“Kabel-kabel tersebut memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari telekomunikasi, persinyalan, hingga sistem grounding. Setiap komponen yang terpasang di jalur memiliki fungsi penting dalam mendukung operasional Whoosh sehingga tidak boleh dirusak ataupun diambil,” kata Eva.
Untuk menjaga keamanan operasional, KCIC didukung 531 personel pengamanan yang bertugas di stasiun, depo, sepanjang jalur, dan sejumlah area operasional lainnya.
“Jalur Whoosh sepanjang 142,3 kilometer dilengkapi pagar pengaman dengan kawat berduri serta 1.773 CCTV yang tersebar di berbagai fasilitas, jalur, dan rangkaian Whoosh,” kata Eva.
Baca juga: Sempat Bikin Whoosh Terganggu, Komplotan Pencuri Kabel Jalur Kereta Cepat Ditangkap!
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.