Kejurnas Berkuda Memanah III 2026 Ditutup, DKI Jakarta Jadi Juara Umum |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Berkuda Memanah III Seri I 2026 resmi berakhir di Kawasan Wisata Terpadu Cakrawala Nuansa Nirwana (CNN), Bogor, Jawa Barat, Ahad (20/9/2026). DKI Jakarta keluar sebagai juara umum setelah mengumpulkan 25 poin.
Kejurnas yang berlangsung sejak 17 hingga 20 September tersebut menjadi bagian dari program pembinaan dan evaluasi atlet berkuda memanah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Nusa Tenggara. Ajang ini diikuti 98 atlet dari 13 provinsi yang berkompetisi dalam 14 kategori pertandingan junior dan senior putra-putri.
Sebelumnya, Kejurnas Berkuda Memanah III 2026 secara resmi dibuka Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman pada Sabtu (19/9/2026). Marciano menilai Kejurnas menjadi bagian penting dalam mengukur perkembangan pembinaan olahraga prestasi di daerah.
“Agenda pembinaan olahraga prestasi ini (Kejurnas) sebagai bahan evaluasi bagaimana proses pembinaan yang dilakukan oleh daerah,” kata Marciano dalam sambutannya.
Marciano juga menyoroti usia para peserta yang dinilai menjadi modal penting bagi masa depan berkuda memanah Indonesia. Ia berharap para atlet muda yang tampil di Kejurnas dapat berkembang hingga mampu bersaing di level internasional.
“Prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan, melainkan harus didukung dengan pembinaan serta kompetisi yang dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan,” ujarnya.
Setelah empat hari pertandingan, DKI Jakarta berhasil mengamankan predikat juara umum dengan 25 poin. Sejumlah atlet DKI juga mencatat prestasi menonjol, antara lain Rayyan Abdul Karim yang menjadi Atlet Putra Terfavorit dengan delapan poin dan Alena Rabbani Putri Satriwan sebagai Atlet Putri Terfavorit dengan delapan poin.
Selain DKI Jakarta, para atlet dari berbagai daerah juga tampil kompetitif. Jawa Timur mencatat sejumlah gelar melalui Omar El Farooq Putra Alleut, Daniel Azmi Muhammad, dan Azwa Nur Hanifa. Sementara itu, atlet dari NTB, Jawa Tengah, Banten, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, dan Kalimantan Selatan turut meraih gelar pada sejumlah nomor.
Kejurnas tersebut sekaligus menjadi evaluasi menuju agenda yang lebih besar. Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (FN Pordasi) Berkuda Memanah menyiapkan sejumlah kompetisi lanjutan, termasuk Kejurnas pada Januari 2027 dan PON Berkuda 2027 sebelum menuju PON XXII/2028.
Pada penutupan, Direktur Eksekutif FN Pordasi Berkuda Memanah Indonesia Widodo Edi Sektianto mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Kejurnas, termasuk tuan rumah CNN Bogor. Ia juga menilai pelaksanaan pertandingan berjalan dengan baik dari aspek keselamatan.
“Kami bersyukur bahwa selama pelaksanaan pertandingan dalam Kejurnas kali ini insiden yang terjadi sangat minim. Ini menjadi hal positif dan menunjukkan bahwa aspek keselamatan dalam penyelenggaraan kompetisi telah menjadi perhatian bersama,” ujar Widodo.
Widodo menegaskan bahwa hasil Kejurnas tidak boleh berhenti sebagai pencapaian sesaat. Setiap pertandingan harus menjadi bagian dari proses evaluasi untuk meningkatkan kualitas atlet dan mempersiapkan mereka menghadapi kompetisi berikutnya.
“Kami berharap ke depan kompetisi ini dapat berjalan semakin baik dan kualitasnya terus meningkat. Masih ada beberapa event yang harus kita persiapkan menuju PON, termasuk Kejurnas pada Januari 2027 dan PON Berkuda 2027,” kata Widodo.
Dengan pembinaan berkelanjutan dan kompetisi yang berjenjang, Berkuda Memanah Indonesia diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet potensial. Para atlet yang tampil di Kejurnas III 2026 pun diproyeksikan terus berkembang hingga mampu mengukir prestasi di tingkat nasional dan internasional.