Kemarin, respons dan dampak erupsi Anak Krakatau
Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita pada Minggu (6/9) seputar respons dan dampak erupsi Anak Krakatau, mulai dari di bidang kesehatan, pendidikan, dan transportasi, kembali disajikan ke Anda,
Selengkapnya dapat dibaca di sini.
1.) Bandarlampung sediakan layanan kesehatan bagi warga terdampak abu GAK
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami keluhan akibat paparan debu atau abu vulkanik yang diduga berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
"Kami membuka layanan kesehatan di seluruh Puskesmas bagi warga yang kesehatannya terdampak abu vulkanik GAK," kata Wali Kota Bandarlampung EVa Dwiana di Bandarlampung, Minggu.
2.) Erupsi Anak Krakatau tebar abu di Banten, warga keluhkan mata perih
Hujan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda mulai melanda kawasan pesisir Kabupaten Serang, Banten, pada Sabtu malam, yang menyebabkan warga mengeluhkan mata perih hingga mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Sanan (42), warga Kampung Pasauran Satu, Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka, saat ditemui di Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Kabupaten Serang, Sabtu malam, mengatakan paparan abu vulkanik mulai dirasakan menebal di sekitar permukiman warga sejak pukul 17.00 WIB.
3.) Mendikdasmen minta sekolah terdampak erupsi Krakatau berlakukan PJJ
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menginstruksikan pengalihan kegiatan belajar mengajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring bagi sekolah-sekolah yang terdampak parah oleh erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Di daerah yang terdampak cukup berat, maka pembelajaran dapat dilaksanakan melalui pembelajaran di rumah melalui daring, atau dilaksanakan di tempat tertentu yang aman melalui sarana pembelajaran yang daring," kata Mendikdasmen dalam Konferensi Pers Pembaruan Informasi Layanan Pendidikan Pascaerupsi Krakatau yang digelar secara daring di Jakarta, Minggu.
4.) Sebagian besar Tangerang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Provinsi Banten, menyebutkan sebagian besar sejumlah wilayah sudah terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi menerus Gunung Anak Krakatau (GAK).
"Laporan pagi ini, abu sudah sampai wilayah Karang Tengah. Artinya sebagian besar sudah terdampak karena itu daerah berbatasan dengan Jakarta kan," kata Kepala Pelaksan BPBD Kota Tangerang, Mahdiar dihubungi, Minggu.
5.) BPBD pastikan penyeberangan Merak tak terganggu erupsi Anak Krakatau
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Banten memastikan aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Merak tetap berjalan aman dan lancar meskipun ada aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala BPBD Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra, di Serang, Minggu, menyatakan bahwa berdasarkan pantauan terkini arus penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera tersebut tidak terganggu.
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.