peezycoineth.vip

Kemendag prediksi DMO Minyakita pada September naik seiring ekspor CPO

2026-09-21 05:28

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkirakan realisasi volume domestic market obligation (DMO) Minyakita pada September 2026 meningkat seiring dengan tren ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah yang juga mengalami kenaikan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Bambang Wisnubroto mengatakan realisasi DMO Minyakita hingga September 2026 telah mencapai 106.003 ton dan diproyeksikan lebih tinggi pada akhir bulan dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

"Kami prediksi realisasi pada bulan September ini di akhir bulan akan lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya, karena tren ekspor CPO juga meningkat," kata Bambang di Jakarta, Senin.

Bambang menyebut peningkatan realisasi DMO tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan Minyakita di dalam negeri seiring dengan meningkatnya aktivitas ekspor CPO.

Selain pemenuhan DMO, Kemendag terus mendorong penguatan distribusi Minyakita, terutama ke wilayah Indonesia timur yang masih mengalami tekanan harga. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari mitigasi pemerintah menjelang periode Natal 2026 dan Tahun Baru (Nataru) 2027.

"Ini akan terus kami lakukan, apalagi ini tiga bulan lagi sudah Nataru, tentunya kami akan terus melakukan hal ini agar pada saat Nataru nanti harga Minyakita atau minyak goreng tetap stabil," terangnya.

Sejumlah yang provinsi tercatat memiliki harga Minyakita lebih dari 5 persen di atas harga eceran tertinggi (HET), yakni Papua Barat Daya, Papua, Maluku, Papua Selatan, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Kemendag mendorong BUMN Pangan, khususnya Perum Bulog dan ID FOOD, untuk terus mendistribusikan Minyakita ke pasar rakyat secara kontinu, terutama di wilayah Indonesia Timur yang harga Minyakita masih berada di atas HET.

Bambang menyebut penguasaan stok Minyakita oleh BUMN pangan saat ini mencapai 523.577 ton atau sekitar 48,55 persen. Dari jumlah tersebut, Bulog menguasai sekitar 370.854 ton atau 34,38 persen, sedangkan ID FOOD menguasai 152.723 ton.

Kemendag juga mencatat persentase distribusi Minyakita Bulog ke pasar telah mencapai 82,26 persen. Pemerintah meminta Bulog yang memiliki stok lebih besar untuk terus memobilisasi dan menyalurkan Minyakita ke daerah-daerah di Indonesia timur yang harganya masih di atas HET.

Baca juga: Mendag: Usulan DMO minyakita 100 persen perlu pertimbangkan UMKM

Baca juga: Bulog tunggu keputusan Kemendag soal DMO Minyakita 100 persen

Baca juga: Kemendag: Minyakita bergantung DMO bukan APBN

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.