peezycoineth.vip

Kemenekraf bawa kreativitas dan teknologi ke Malam Merdeka HUT 81 RI

2026-08-17 09:38

Kemenekraf bawa kreativitas dan teknologi ke Malam Merdeka HUT 81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 16:38 WIB

Image Print

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam konferensi pers Malam Merdeka di Jakarta, Senin (17/8/2026) (ANTARA/Fitra Ashari)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) membawa kreativitas dan teknologi ke rangkaian acara Malam Merdeka dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan Kemenekraf mendapat tanggung jawab untuk menangani rangkaian acara Malam Merdeka yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Rangkaian kegiatan tersebut menggabungkan kreativitas, teknologi, budaya, dan partisipasi publik.

“Seluruh rangkaian ini kami rancang untuk mengajak masyarakat memperingati kemerdekaan dengan mengusung semangat kebersamaan tanpa sekat, sinergi lintas lembaga, untuk satu hari bersama yang berdampak pada ekonomi rakyat,” ujar Riefky dalam konferensi pers Malam Merdeka di Jakarta, Senin.

Riefky menjelaskan Malam Merdeka menghadirkan empat agenda utama, yakni instalasi immersive, video mapping, karnaval kendaraan hias, dan pertunjukan drone yang tersebar mulai dari kawasan Monas hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Rangkaian tersebut melibatkan ribuan talenta kreatif dari berbagai subsektor, mulai dari desain, fesyen, kuliner, musik, seni pertunjukan, konten digital, hingga teknologi baru.

Salah satu atraksi utama adalah immersive show yang mengusung konsep interactive experience. Teknologi digunakan untuk mengajak masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut menjadi bagian dari cerita perjalanan Indonesia.

Instalasi tersebut menghadirkan sejumlah elemen, mulai dari video interaktif, image generated, lorong waktu, wishing wall, totem Garuda, hingga LED strips.

“Yang ingin kami hadirkan bukan sekadar instalasi teknologi, tetapi kami ingin juga masyarakat dapat melihat hubungan dirinya dengan Indonesia, harapannya terhadap masa depan Indonesia, dan rasa bangga menjadi bagian dari bangsa ini,” kata Riefky.

Immersive show tersebut mengangkat tiga tema, yakni "Aku dan Indonesia”, “Harapanku untuk Indonesia”, dan “Bangga Menjadi Orang Indonesia”. Instalasi tersebar di enam titik, masing-masing tiga titik di sekitar Monas dan tiga titik di kawasan HI.

Selanjutnya, Kemenekraf menghadirkan video mapping di Monas yang berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 23.00 WIB. Pertunjukan tersebut menggambarkan tiga fase perjalanan Indonesia, mulai dari perjuangan prakemerdekaan, momentum Proklamasi, hingga pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Video mapping tersebut menghadirkan 13 konten dengan menggunakan 32 proyektor.

Sementara itu, karnaval kendaraan hias dimulai pukul 18.50 WIB dengan rute dari Monas menuju Bundaran HI. Karnaval melibatkan 32 kendaraan hias hasil kreasi kementerian dan lembaga yang menampilkan dekorasi, kebudayaan, kreativitas, serta berbagai program pemerintah.

Riefky menyebut sedikitnya 3.000 pelaku kreatif dari berbagai subsektor dilibatkan dalam penyelenggaraan karnaval tersebut.

Adapun rangkaian Malam Merdeka ditutup dengan drone show di kawasan Bundaran HI pada pukul 22.00 WIB. Sekitar 1.500 drone akan membentuk berbagai konfigurasi visual yang menggabungkan warna, tema, dan narasi dalam satu rangkaian cerita.

Menurut Riefky, pemanfaatan teknologi dalam perayaan kemerdekaan tersebut menunjukkan bahwa ekonomi kreatif dapat menjadi ruang pertemuan antara teknologi, budaya, dan kreativitas.

“Pada akhirnya inilah panggung kebangsaan yang menyatukan nasionalisme, akar budaya, kreativitas, partisipasi publik yang juga berdampak pada ekonomi kerakyatan, serta optimisme menuju Indonesia berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.

Ia menambahkan, rangkaian Malam Merdeka tidak hanya ditujukan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, kepedulian, dan gotong royong masyarakat dalam memperingati kemerdekaan Indonesia.

Pewarta : Fitra Ashari
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026