peezycoineth.vip

Kemenkes pastikan alat medis esensial respons kegawatdaruratan di NTT - ANTARA News Gorontalo

2026-08-20 05:46

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan memastikan ketersediaan alat medis esensial, guna memfasilitasi para tenaga medis dapat bekerja dengan lebih aman dan nyaman dalam menangani kasus kegawatdaruratan di lokasi bencana pascagempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan di Jakarta, Kamis, menyebutkan penyediaan tersebut sebagai respons dari kebutuhan penanganan kegawatdaruratan, seperti operasi sesar darurat di kala keterbatasan alat medis yang dilakukan dr. Restu guna menyelamatkan seorang ibu dan bayinya yang lahir prematur.

Saat meninjau rumah sakit lapangan di NTT, Budi berdialog dengan dr. Restu yang menceritakan operasi tersebut. Demi menyelamatkan ibu dan bayi, operasi terpaksa dilakukan di dekat pintu masuk gedung yang masih dapat digunakan dengan keterbatasan alat medis.

“Waktu itu saya pertimbangkan rencana SC Cito, tapi jalur rujukan terputus. Jembatan rusak, jalan rusak,” kata dr. Restu.

Untuk menangani kebutuhan serupa, Menkes pun memastikan ketersediaan alat medis esensial di rumah sakit lapangan Nagekeo, seperti mesin anestesi dan alat kauter. Dia menjelaskan, penyelamatan nyawa pasien dan penanganan trauma psikologis menjadi fokus utama pemerintah pascagempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.

Bencana tersebut, katanya, melumpuhkan layanan dua rumah sakit utama, yakni RS Pratama Rajad dan RS Aeramo, serta merusak bangunan tiga puskesmas.

Menghadapi kondisi darurat fasilitas kesehatan, Menkes pun menetapkan tiga prioritas utama. Prioritas pertama adalah mempercepat identifikasi dan pelayanan medis melalui sistem triase dalam 3 hingga 5 hari ke depan.

Pasien dalam kondisi kritis akan dirujuk langsung ke rumah sakit, sementara pasien dengan luka ringan ditangani di puskesmas atau tenda darurat.

“Tugas prioritas Kementerian Kesehatan saat tanggap darurat nomor satu adalah pasiennya, bukan fasilitas pelayanannya. Pasiennya nomor satu, sesudah itu baru nomor dua kita perbaiki fasilitas yang rusak,” kata Budi.

Prioritas kedua adalah rehabilitasi infrastruktur fasilitas kesehatan yang rusak. Kemenkes menargetkan pembangunan maupun renovasi dapat rampung dalam 8 hingga 12 bulan ke depan.

Sementara itu, prioritas ketiga adalah penanganan trauma (trauma healing). Tingginya ketakutan warga terhadap gempa susulan mendorong Kemenkes menggandeng organisasi profesi untuk mendatangkan konselor ke NTT.

Dalam jangka menengah, Kemenkes berencana menempatkan psikolog klinis di 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia secara bertahap.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenkes pastikan alat medis esensial respons kegawatdaruratan di NTT

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.