peezycoineth.vip

Kemenko IPK: Ada kajian awal perpanjangan kereta cepat ke Surabaya

2026-08-05 02:50

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) mengungkapkan sudah ada kajian awal terkait perpanjangan kereta cepat dari Bandung hingga ke Surabaya.

"Ada kajian awal banget ya, awal pokoknya," ujar Asisten Deputi Pengembangan Konektivitas Antar Wilayah Kemenko IPK Djoko Hartoyo kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Djoko menyampaikan kajian awal tersebut salah satunya meliputi kajian mengenai opsi tiga trase atau jalur untuk perpanjangan dari Bandung ke Surabaya. Menurut dia, kajian awal ini dapat menjadi bahan untuk melakukan kajian berikutnya terkait perpanjangan kereta cepat dari Bandung hingga ke Surabaya.

"Jadi bahan, jadi bahan untuk kajian berikutnya sekaligus menentukan lewat mana ini," katanya.

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan restrukturisasi keuangan Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung (KCJB) menjadi tolok ukur sebelum pemerintah memutuskan perpanjangan jalur ke Surabaya hingga Banyuwangi.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono menyatakan kebijakan itu sejalan dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Baca juga: KCIC: kereta cepat Jakarta-Surabaya lanjut, bila didukung pemerintah

Baca juga: KAI Group Kelola Lima Jenis Teknologi Perkeretaapian, dari Lokomotif Diesel hingga Kereta Cepat 350 Km per Jam

Ia menegaskan hasil restrukturisasi keuangan akan menjadi tolok ukur pemerintah dalam mengevaluasi kelayakan perpanjangan jalur Kereta Cepat Whoosh sampai Surabaya, bahkan Banyuwangi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut keberlanjutan proyek kereta cepat Whoosh hingga Jawa Timur dilakukan secara paralel sambil menunggu restrukturisasi keuangan PT Kereta Cepat Indonesia China sebagai operator Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Ia mengatakan telah bertemu dengan Kementerian Keuangan dan Danantara Indonesia mengenai rencana Whoosh beroperasi hingga Banyuwangi. Menurut dia, sambil mengembangkan proyek lanjutan Whoosh, pemerintah akan memastikan restrukturisasi keuangan KCJB tetap berjalan.

Restrukturisasi keuangan KCJB menjadi sangat penting lantaran akan mempengaruhi peta jalan pengembangan Whoosh hingga Jawa Timur.

Presiden RI Prabowo Subianto membentuk Komite Kereta Cepat Antara Jakarta dan Bandung dengan menunjuk Agus Harimurti sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Antara Jakarta dan Bandung.

Penunjukan tersebut berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2026 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2015 Tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana Dan Sarana Kereta Cepat Antara Jakarta dan Bandung.

Baca juga: Purbaya pastikan penyelesaian utang Whoosh tak bebankan APBN

Baca juga: Restrukturisasi keuangan KCJB tolok ukur tembus ke Surabaya

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.