peezycoineth.vip

Kenapa hari libur justru bisa bikin kita lebih lelah?

2026-09-27 07:00

Hari libur biasanya identik dengan bangun lebih siang, tidur lebih larut, atau menghabiskan waktu tanpa rutinitas pekerjaan. Namun, pernahkah setelah seharian tubuh beristirahat justru malah membuat kita lebih lelah?

Ada yang bangun siang tetapi masih mengantuk, tidur sore lalu bangun dengan tubuh terasa berat, atau merasa energi menurun menjelang akhir pekan. Mengapa hari yang seharusnya kita gunakan untuk beristirahat justru bisa membuat tubuh terasa lebih lelah? Simak selengkapnya, dilansir dari National Library of Medicine melalui The Sleep Paradox (2025).

Hari Libur Mengubah Rutinitas

Pada hari kerja, kita memiliki waktu bangun, makan, bekerja, dan tidur yang biasanya mengikuti waktu tertentu. Ketika akhir pekan datang, pola tersebut bisa berubah mulai dari bangun lebih siang hingga tidur lebih larut. Perubahan tersebut membuat waktu tidur antara hari kerja dan akhir pekan menjadi berbeda. 

Konsep yang relevan di sini adalah social jetlag, yaitu ketidaksesuaian antara waktu biologis tubuh dan waktu yang ditentukan oleh aktivitas sosial seperti pekerjaan atau sekolah.

Di samping itu, Review 2025 menemukan bahwa weekend catch-up sleep dapat membantu mengompensasi kurang tidur pada hari kerja. Namun, perubahan durasi tidur tersebut sering datang bersamaan dengan perubahan waktu tidur dan bangun, yang dapat menyebabkan ketidaksesuaian ritme rutinitas harian.

Jadi, masalahnya bukan semata-mata karena seseorang tidur lebih lama saat hari libur. Yang perlu diperhatikan adalah perubahan keseluruhan pola tidur. Jika waktu tidur dan bangun berubah cukup jauh dari rutinitas hari kerja, tubuh mungkin membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kembali,

Selain tidur, perjalanan, aktivitas sosial, pekerjaan rumah, olahraga, atau bahkan perubahan waktu makan juga dapat membuat rutinitas tubuh berbeda dari hari biasa.

Kenapa Senin Bisa Terasa Lebih Berat

Setelah dua hari dengan jadwal yang berbeda, Senin memaksa tubuh kembali ke rutinitas. Jika waktu tidur dan bangun berubah cukup jauh selama akhir pekan, transisi tersebut bisa terasa lebih berat.

Lalu, bagaimana agar hari libur tetap menjadi waktu istirahat? Ini tips sederhana yang bisa kamu lakukan saat weekend:

  1. Jangan menggeser jadwal tidur terlalu ekstrem. Usahakan perbedaan jadwal tidak terlalu jauh dari hari kerja.
  2. Tetap lakukan aktivitas fisik ringan. Tidak harus olahraga berat, kamu bisa sekadar jalan kaki atau melakukan aktivitas rumah sebagai bagian dari liburan.
  3. Gunakan tidur siang dengan bijak. Jangan sampai tidur siang mengganggu tidur malam.
  4. Tetap mendapat paparan cahaya dan beraktivitas di siang hari. 
  5. Jangan merasa harus “produktif” sepanjang hari. Istirahat tetap bagian dari pemulihan. 

Kesimpulan

Hari libur memang memberi kesempatan untuk beristirahat, tetapi perubahan pola tidur dan aktivitas yang terlalu berbeda dari hari kerja dapat membuat tubuh perlu beradaptasi kembali.

Jadi, yang membuat hari libur terasa melelahkan bukan selalu karena kita terlalu banyak beraktivitas, tetapi juga karena tubuh harus beradaptasi dengan rutinitas yang berubah.