Kepala Barantin lepas ekspor 30 ton komoditas perikanan asal Maluku
Hari ini kita mengekspor ikan sebanyak sekitar 30 ton dengan nilai sekitar Rp4,3 miliar. Ini baru satu kali pengiriman. Hal ini terus kita dorong, saya kira potensinya sangat besar
Ambon (ANTARA) - Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding melepas ekspor 30 ton komoditas perikanan asal Maluku senilai Rp4,3 miliar ke Amerika Serikat, Singapura, Jepang dan Vietnam sebagai upaya memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah di pasar internasional.
Abdul Kadir Karding di Ambon, Maluku, Selasa, mengatakan komoditas yang diekspor dalam satu kali pengiriman tersebut terdiri atas 29 ton ikan tuna dan satu ton kepiting bakau.
"Hari ini kita mengekspor ikan sebanyak sekitar 30 ton dengan nilai sekitar Rp4,3 miliar. Ini baru satu kali pengiriman. Hal ini terus kita dorong, saya kira potensinya sangat besar," kata dia saat melepas ekspor komoditas perikanan Maluku bersama pemda.
Ia melanjutkan komoditas yang diekspor tersebut yakni tuna sirip kuning dan kepiting bakau segar yang telah melalui proses pemeriksaan ketat guna memenuhi permintaan di pasar internasional.
Menurut dia, Maluku memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu pusat perikanan Indonesia karena karakteristik wilayahnya yang merupakan kepulauan dengan sumber daya kelautan yang melimpah.
Karena itu, Barantin berkomitmen membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha memperkuat daya saing komoditas Maluku, termasuk melalui percepatan proses ekspor di pelabuhan dan bandara.
"Kami dari Karantina Indonesia akan membantu semampu kami untuk memperkuat daya saing komoditas daerah," ujarnya.
Ia mengatakan dukungan Barantin tidak hanya dilakukan pada saat komoditas akan diekspor, tetapi juga melalui pendampingan kepada pelaku usaha, nelayan, dan petani agar produk yang dihasilkan memenuhi standar negara tujuan.
Baca juga: Barantin: Ekspor florikultura RI tembus Rp3,51 triliun tahun 2026
Baca juga: Barantin minta peternak waspadai ancaman penyakit hewan saat kemarau
Langkah tersebut penting untuk memastikan komoditas yang dikirim sesuai dengan persyaratan pasar sehingga dapat mengurangi risiko penolakan produk di negara tujuan.
"Kami membantu para pengusaha, mulai dari petani, nelayan agar standar yang diharapkan pembeli itu sesuai sehingga tidak kena tolak saat ekspor," katanya.

Abdul Kadir mengatakan berdasarkan data pada aplikasi Best Trust, nilai ekspor ikan dari Maluku sepanjang tahun 2025 mencapai sekitar Rp805 miliar. Sementara itu, pada Januari hingga Agustus 2026, nilainya telah mencapai sekitar Rp850 miliar.
"Artinya ada peningkatan signifikan ekspor dari Maluku," katanya.
Ia mengatakan peningkatan tersebut perlu terus didorong dengan memperbesar volume ekspor sekaligus mengembangkan komoditas lain yang selama ini belum banyak masuk ke pasar internasional.
Ia mengaku telah berdiskusi dengan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengenai upaya meningkatkan kuantitas ekspor dan mengembangkan komoditas potensial lainnya agar mampu memenuhi permintaan pasar luar negeri.
"Potensi ekspor ini ke depan kuantitasnya kita tambah dan komoditas yang belum merambah ekspor kita coba tingkatkan untuk memenuhi permintaan pasar," ujarnya.
Menurut dia, penguatan ekspor Maluku juga membutuhkan dukungan ekosistem logistik yang efektif mengingat kondisi geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan.
Ia menilai gagasan pemerintah daerah dalam menata ekosistem logistik menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pengembangan Maluku sebagai pusat perikanan.
"Maluku sebenarnya dapat dikembangkan menjadi salah satu pusat perikanan Indonesia," katanya.
Dirinya menambahkan Barantin akan memperkuat pengawasan secara rutin sekaligus mendorong proses ekspor berlangsung cepat dan efektif, tanpa mengurangi fungsi pengendalian terhadap hama dan penyakit hewan maupun tumbuhan.
Upaya tersebut, kata dia, merupakan bagian dari sinergi antara Pemerintah Provinsi Maluku dan Barantin dalam meningkatkan nilai ekonomi melalui pengembangan dan ekspor komoditas unggulan daerah.
Baca juga: Barantin tekankan sinergi biosekuriti dan penguatan SDM dokter hewan
Baca juga: Barantin-Selandia Baru perkuat kerja sama biosekuriti dan akses pasar
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.