peezycoineth.vip

Kepala BPOM sebut pemimpin perlu adaptif hadapi tantangan global

2026-10-08 13:14
“Neuroleadership bukan sekadar konsep kepemimpinan, tetapi menjadi fondasi transformasi tata kelola agar semakin adaptif, kolaboratif, berbasis bukti, dan berorientasi pada dampak bagi masyarakat,"

Mataram (ANTARA) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan bahwa pemimpin perlu memiliki kemampuan yang adaptif dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan global.

“Neuroleadership bukan sekadar konsep kepemimpinan, tetapi menjadi fondasi transformasi tata kelola agar semakin adaptif, kolaboratif, berbasis bukti, dan berorientasi pada dampak bagi masyarakat," ujar dia dalam kuliah umum di Universitas Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis.

Ikrar menuturkan pendekatan neuroleadership mengintegrasikan neurosains dengan praktik kepemimpinan berdasarkan pemahaman mengenai cara kerja otak dalam berpikir, mengelola emosi, berperilaku, dan mengambil keputusan.

Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan berbasis neurosains memiliki sejumlah karakteristik, di antaranya kemampuan mengatur diri, mindfulness, kepemimpinan berbasis empati, serta pengambilan keputusan berdasarkan logika.

Kepemimpinan berbasis neuroleadership penting untuk menghadapi tantangan 10 kecenderungan besar (global megatrend) menuju tahun 2045, di antaranya mencakup pergeseran demografi global, pesatnya kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan bioteknologi, perubahan iklim, persaingan sumber daya alam, hingga dinamika geopolitik dan geoekonomi.

"Untuk menjawab tantangan megatrend dunia tersebut, dibutuhkan transformasi kepemimpinan berbasis neurosains (neuroleadership) yang mampu membangun jiwa kepemimpinan yang adaptif, humanis, dan siap menghadapi dinamika global," jelas Ikrar.

Sementara itu, dalam konteks perguruan tinggi, kepemimpinan adaptif berbasis neurosains menjadi fondasi penting untuk mendorong transformasi kampus menuju World Class University. 

Civitas akademika dituntut memiliki growth mindset sebagai mesin utama kampus kelas dunia, pola pikir yang meyakini potensi berkembang tanpa batas dan tangguh bangkit dari kegagalan. 

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi dari tiga pilar utama dalam mewujudkan World Class University, yakni akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah (Academia, Business, Government).

Sinergi itu menjadi pendorong utama agar hasil riset inovatif perguruan tinggi dapat diakselerasi hingga tahap hilirisasi dan memberikan dampak ekonomi serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Ikrar berharap terbentuknya transformasi dan reformasi ke arah yang lebih baik dan mengarah ke peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kepemimpinan yang adaptif dan sinergi lintas sektor.

Pewarta : Sugiharto Purnama dan Novia Aulia
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026