peezycoineth.vip

Kepala BRIN-Ketua PDHI Jatim diskusi tantangan dokter hewan dan sepakat usung "One Health" - ANTARA News Megapolitan

2026-08-05 13:25

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Dr Arif Satria dan Ketua PDHI Jawa Timur Drh Deddy Fachruddin Kurniawan melakukan diskusi membahas masa depan profesi dokter hewan Indonesia dalam menghadapi tantangan global.

Pertemuan yang digelar di Gedung BJ Habibie, Komplek Kantor Pusat BRIN di Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026) itu membahas sejumlah isu khususnya menyangkut "One Health", ketahanan pangan (food security),  perkembangan teknologi, serta kebutuhan adaptasi pendidikan dokter hewan terhadap perubahan zaman.

Dalam diskusi tersebut, Prof Dr Arif Satria menyampaikan apresiasi terhadap dokter hewan yang terus berupaya memberikan kontribusi dalam isu-isu strategis nasional, terutama dalam mendukung ketahanan pangan dan kesehatan yang terintegrasi.

Menurutnya, tantangan masa depan membutuhkan kolaborasi lintas disiplin, terutama dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Semua hal tersebut perlu dikolaborasikan dengan isu teknologi, di mana sekarang artificial intelligence (AI) dan robotik medis sudah mulai berkembang.

"Kini saatnya bagaimana dokter hewan mampu merespons isu-isu tersebut sehingga kurikulum pendidikan dapat diformulasikan untuk menjawab tantangan tersebut,” kata Arif Satria.

Prof Arif menekankan bahwa profesi dokter hewan ke depan harus memiliki kompetensi yang kuat, terbuka terhadap kolaborasi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Isu "ne health" yang telah menjadi pusat perbincangan dan melibatkan kesehatan manusia, kesehatan hewan dan kesehatan lingkungan harus menjadi perhatian serius.

Sementara itu Ketua PDHI Jawa Timur, Drh Deddy Fachruddin Kurniawan menyampaikan bahwa profesi dokter hewan memiliki peluang besar untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan inovasi.

Sebagai dokter hewan dengan kepakaran di bidang genomik,  Deddy melihat bahwa perkembangan teknologi dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat sektor kesehatan hewan, peternakan, konservasi, dan ketahanan pangan.

"Pemanfaatan teknologi genomik, kecerdasan buatan, dan pendekatan berbasis data dapat membuka peluang baru dalam, peningkatan produktivitas ternak, pengendalian penyakit hewan, pengembangan kesehatan hewan presisi, konservasi keanekaragaman hayati, serta pembangunan sistem pangan yang berkelanjutan<' kata Deddy.

Kedua tokoh ini bersepakat untuk bersama membangun kolaborasi strategis dalam mengusung isu "One Health" ke depan

Pewarta: Pewarta BPJ
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.