peezycoineth.vip

Ketum PBNU: Konsep Saadatuna merupakan syarah pembentukan umat terbaik - ANTARA News Ambon, Maluku

2026-08-06 05:24

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menjelaskan konsep Saadatuna sebagai syarah atas Mabadi Khaira Ummah, prinsip dasar pembentukan umat terbaik yang digagas mantan Ketua PBNU KH Mahfudz Shiddiq.

Ia menjelaskan terdapat lima prinsip utama dalam Mabadi Khaira Ummah, yakni ash-shidqu (kejujuran), al-amanah wal wafa bil ahdi (amanah dan menepati janji), al-adalah (keadilan), al-istiqamah (konsistensi), dan taawun (tolong-menolong dalam kebaikan).

“Prinsip pertama, ash-shidqu, menjadi fondasi utama karena kejujuran merupakan syarat dasar dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Sebelum segala sesuatu, nomor satu itu kejujuran. Makanya KH Mahfudz Shiddiq itu menempatkan ash-shidqu nomor satu paling dulu,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan kejujuran tidak memutarbalikkan fakta. Menurutnya, hubungan sosial maupun aktivitas ekonomi tidak akan berjalan baik apabila diwarnai ketidakjujuran.

“Yang bisa kita upayakan adalah bagaimana supaya yang jujur beneran tetap bisa menang, walaupun kejujurannya tidak terlihat,” ujarnya.

Prinsip kedua adalah al-amanah wal wafa bil ahdi, yakni menjaga amanah dan memenuhi janji. Ia menegaskan amanah merupakan titipan yang harus dijaga, bukan dimiliki atau dimanfaatkan di luar peruntukannya.

Gus Yahya, sapaannya, mencontohkan data warga NU merupakan amanah yang tidak boleh diperjualbelikan ataupun digunakan untuk kepentingan lain.

“Data warga ini amanah, bukan milik pengurus. Jadi ndak bisa diperjualbelikan. Ndak bisa dipinjam untuk politik atau apa. Dan itu harus ada jaminan,” katanya.

Karena itu PBNU membangun sistem teknologi yang menjamin keamanan data warga agar hanya digunakan untuk kepentingan kemaslahatan mereka.

“Warga bisa mengecek bahwa datanya selamat. Dan saya pribadi siap mempertanggungjawabkan di hadapan warga, di hadapan pengurus, di hadapan Allah SWT," ujarnya.

Prinsip ketiga yakni al-adalah atau keadilan. Gus Yahya mengatakan keadilan berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya sehingga seluruh pengurus dan warga NU, tanpa memandang wilayah, memperoleh kesempatan dan fasilitas yang sama.

Menurut dia, selama ini daerah yang jauh dari pusat pemerintahan kerap memperoleh layanan dan fasilitas lebih lambat dibandingkan wilayah yang berada di sekitar ibu kota.

“Apa yang didapatkan oleh cabang di Jakarta juga harus bisa didapat oleh ranting di NTT misalnya atau MWC di Papua,” katanya.

Karena itu PBNU berupaya membangun sistem yang mampu menghadirkan keadilan, sehingga seluruh pengurus dan warga memperoleh kesempatan serta fasilitas pada waktu yang sama.

Prinsip keempat adalah al-istiqamah atau konsistensi. Ketum mengatakan pembangunan organisasi harus berlangsung secara berkesinambungan dan tidak berhenti dalam satu periode kepengurusan.

“Yang baik tak harus tuntas di tangan satu orang, tak boleh terputus pada satu periode,” katanya.

Menurut dia, satu periode kepengurusan bertugas meletakkan fondasi, sedangkan periode berikutnya melanjutkan pembangunan sehingga terbentuk kesinambungan dalam organisasi.

“Yang diharapkan istiqomah itu bukan cuma kita sebagai pribadi, jamiyah ini juga harus istiqomah,” ujarnya.

Ia menilai fondasi yang telah dibangun perlu diteruskan hingga tuntas agar tidak mangkrak atau kehilangan arah karena penerus tidak memahami rancangan besarnya.

Prinsip terakhir adalah taawun, yakni tolong-menolong dalam kebaikan. Menurut Yahya, semangat saling membantu telah menjadi watak warga NU sejak lama, bukan sekadar program organisasi.

Ia mengatakan yang perlu dibangun organisasi adalah sistem yang mampu mempertemukan pihak yang membutuhkan bantuan dengan pihak yang dapat memberikan pertolongan secara cepat.

Gus Yahya menegaskan taawun merupakan nilai dasar ajaran Nabi Muhammad SAW, yang menjadi landasan untuk saling menjaga dan menguatkan antarsesama.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ketum PBNU: Konsep Saadatuna, syarah pembentukan umat terbaik

Pewarta: Asep Firmansyah
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.