peezycoineth.vip

Ketum PWI: Surakarta punya tanggung jawab sejarah pers Indonesia - ANTARA News Jambi

2026-09-13 14:48

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir mengingatkan PWI Surakarta memiliki tanggung jawab historis dalam menjaga muruah pers karena PWI lahir di Kota Solo pada 9 Februari 1946.

Dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu, Munir menyampaikan hal tersebut saat melantik pengurus PWI Surakarta masa bakti 2026–2031 di Solo, Sabtu (12/9).

Menurut Munir, PWI lahir dari pertemuan para wartawan pejuang yang bersatu dalam semangat mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sejarah panjang PWI yang dimulai di Solo, kata dia, harus menjadi tanggung jawab bagi PWI Surakarta untuk terus berperan menghadapi perkembangan dunia pers.

Munir mengingatkan tantangan media saat ini jauh berbeda dibandingkan masa lalu seiring dengan masifnya arus informasi digital.

Baca juga: Sejarah Hari Pers Nasional

"Jika pada masa lalu wartawan menghadapi tantangan untuk menyampaikan kisah perjuangan bangsa, kini tantangannya berkembang seiring derasnya arus informasi digital," katanya.

Menurut dia, pers kini dituntut membantu masyarakat menjadi lebih cerdas dan mampu memilah informasi yang benar di tengah maraknya berita palsu, disinformasi, serta teknologi deepfake.

Sementara itu, Ketua PWI Surakarta Sri Hartanto mengatakan pelantikan pengurus bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan momentum untuk memperkuat muruah dan kehormatan profesi wartawan di tengah disrupsi media dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

Menurut dia, informasi saat ini dapat menyebar dalam hitungan detik melalui berbagai platform, meski tidak semuanya memiliki jaminan kebenaran.

Karena itu, Sri Hartanto menegaskan kecepatan dalam menyampaikan berita tidak boleh mengorbankan akurasi.

Baca juga: Perjuangan Tirto Adhi Soerjo, sang jurnalis pribumi

Ia juga menekankan popularitas tidak boleh menggeser kebenaran, sedangkan kepentingan sesaat tidak boleh mengalahkan integritas profesi jurnalistik.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyambut baik komitmen pengurus baru PWI Surakarta dan mendorong wartawan terus menghadirkan informasi yang berkualitas, kredibel, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Dalam kepengurusan masa bakti 2026–2031, Sri Hartanto memimpin PWI Surakarta yang mencakup wilayah kerja Solo Raya, yakni Kota Surakarta serta Kabupaten Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Klaten, dan Boyolali.

Pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah serta Forkopimda se-Solo Raya.

PWI didirikan di Surakarta pada 9 Februari 1946. Tanggal kelahiran PWI tersebut kemudian bertepatan dengan Hari Pers Nasional yang ditetapkan pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985.

Baca juga: ANTARA: Jurnalisme harus hadirkan fakta dan tanggung jawab sosial

Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.