Khawatir Diserang Iran, Trump Disebut Naik Truk Katering
Kamis, 13 Agustus 2026, 22:06 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Ancaman Iran cukup membuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump khawatir di Ankara, Turki, pada 8 Juli 2026 lalu. Dinas Rahasia Amerika Serikat dilaporkan menjalankan operasi rahasia untuk memindahkan Trump dari pesawat Air Force One setelah muncul laporan mengenai potensi serangan rudal Iran.
Dalam operasi tersebut, Trump dipindahkan ke pesawat C-32A yang berukuran lebih kecil. Sementara itu, Air Force One tetap melanjutkan penerbangan menuju Inggris dengan membawa rombongan pejabat senior dan wartawan.
Uniknya, kabar beredar bahwa perpindahan Trump ke pesawat C-32A disebut harus menggunakan truk katering.
Langkah tersebut dilakukan untuk menyamarkan pergerakan Trump. Dengan Air Force One tetap terbang menuju Inggris, keberadaan presiden Amerika Serikat di pesawat lain tidak mudah diketahui.
Para wartawan yang berada di kabin pers juga sempat diminta menutup tirai jendela selama penerbangan. Prosedur tersebut menjadi bagian dari langkah pengamanan untuk mengurangi kemungkinan pergerakan Trump terdeteksi.
Sejumlah pejabat Turki disebut meragukan laporan intelijen Israel mengenai dugaan rencana pembunuhan terhadap Trump. Mereka menduga laporan tersebut merupakan rekayasa yang bertujuan menggagalkan negosiasi terkait pembukaan Selat Hormuz.
Salah satu sumber pejabat Turki kepada Middle East Eye menyebut pihaknya tetap menanggapi laporan tersebut dengan serius dan berupaya membantu pihak Amerika Serikat. Namun, sumber tersebut menilai laporan mengenai ancaman terhadap Trump sama sekali tidak benar.
Meski terdapat keraguan dari pihak Turki, otoritas Amerika Serikat tetap memperketat pengamanan. Pemerintah AS menilai rekam jejak konflik serta ancaman dari Iran masih menjadi risiko nyata yang harus diantisipasi.
Trump juga sempat menggambarkan perjalanannya sebagai situasi yang berisiko. Ia menyampaikan bahwa jika dirinya harus pergi, pihak yang mendampinginya juga harus ikut.
Direktur Komunikasi Gedung Putih Steve Cheung mengatakan banyak pihak yang dianggap sebagai musuh Amerika Serikat dan mengincar Trump. Karena itu, pemerintah menggunakan berbagai sarana yang tersedia untuk menghadapi ancaman tersebut.
Pemerintah Amerika Serikat memastikan langkah mitigasi akan terus dilakukan untuk melindungi keselamatan Trump selama perjalanan dinas luar negeri. Pengamanan juga dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan internasional yang dinilai masih berpotensi mengganggu agenda diplomatik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat