Kilang Pertamina Balongan catat 3,8 juta jam kerja aman hingga Agustus 2026
Kilang Pertamina Balongan catat 3,8 juta jam kerja aman hingga Agustus 2026
Minggu, 27 September 2026 17:20 WIB
Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat. ANTARA/Fathnur Rohman.
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan di Indramayu, Jawa Barat, mencatat 3.862.708 jam kerja aman tanpa insiden maupun kecelakaan kerja sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2026.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU Balongan Yulianto Triwibowo mengatakan capaian keselamatan kerja tersebut, menjadi bagian dari kinerja perusahaannya pada 2026.
"Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, soliditas, dan ikhtiar seluruh perwira kilang,” kata dia dalam keterangan yang diterima di Indramayu, Minggu.
Ia mengatakan capaian keselamatan kerja tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran operasional kilang, termasuk ketika perusahaan menjalankan kegiatan produksi dan pemeliharaan fasilitas.
Secara keseluruhan, kata dia, Kilang Balongan mencatat nilai kinerja sebesar 106,89 persen pada triwulan II 2026 atau melampaui target yang ditetapkan sebesar 105 persen.
Ia menyebutkan dari sisi operasi, Kilang Balongan berhasil mengurangi nyala api flare atau gas suar bakar sehingga dapat menekan emisi gas rumah kaca sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi.
"Pengurangan nyala flare juga berarti kita dapat mengoptimalkan pemanfaatan energi sekaligus menekan emisi gas rumah kaca," ujarnya.
Pihaknya mencatat juga mencatat penghematan lebih dari Rp100 miliar per tahun, melalui perbaikan dan perubahan pola operasi pompa CW 56-P-101.
Selain itu, Kilang Balongan mulai melakukan uji coba pengolahan Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah menjadi produk berupa propylene, LPG, dan gasoline melalui unit Residue Catalytic Cracking (RCC).
Ia menekankan, pelaksanaan sejumlah pekerjaan pemeliharaan kilang membutuhkan kesiapan operasional dan keselamatan kerja.
"Kami perlu menjaga kerja sama dan kekompakan karena ke depan ada sejumlah pekerjaan pemeliharaan yang harus dilaksanakan," katanya.
Ia menuturkan, salah satu pekerjaan tersebut yakni Change Over Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 165.000 Deadweight Tonnage (DWT) yang dijadwalkan pada Oktober 2026.
Sementara itu, Pjs Area Manager Communication, Relation and CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Balongan Andromedo Cahyo Purnomo mengatakan capaian kinerja perusahaan turut didukung kondisi lingkungan sekitar kilang yang tetap kondusif.
“Kami tetap menjalankan program Community Involvement and Development (CID) atau tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk masyarakat di sekitar Kilang Balongan,” kata dia.