peezycoineth.vip

Kisah Pria Hidup dengan Ginjal Donor dari Sang Ibu, Usianya Capai 100 Tahun

2026-10-02 22:05

Jakarta -

Seorang pria asal New York merayakan ulang tahun ginjalnya yang ke-100 tahun. Pria berusia 64 tahun ini mendapat transplantasi ginjal dari ibunya ketika masih remaja.

Dikutip dari laman People, pria bernama Ray Vetuskey tersebut didiagnosis gagal ginjal saat berusia 16 tahun, tepatnya pada 1978. Setelah dialisis atau cuci darah tidak bisa membantunya, satu-satunya pilihan adalah transplantasi ginjal. Ketika itu, ibunya, Betty, yang berusia 52 tahun menawarkan diri.

"Saya rasa dia tidak berpikir dua kali," kata Vetuskey, dikutip dari WHEC.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apa pun yang bisa dia lakukan untuk membantu putranya, saya rasa dia akan melakukannya - dan menurut saya memang begitu," tambahnya.

Ibunya meninggal pada 2008. Jika masih hidup, ibunya sudah berusia 100 tahun.

Menurut para ahli di University of Rochester, sangat jarang ginjal yang didonorkan bisa bertahan selama itu. Dalam siaran pers pada 28 September 2026, rata-rata masa hidup ginjal donor adalah 15-20 tahun.

Vetuskey menjalani operasi di Strong Memorial Hospital, University of Rochester Medicine. Ia adalah penerima transplantasi ginjal dengan masa hidup terlama di institusi tersebut. Lelaki tersebut mengunjungi rumah sakit setahun sekali untuk pemeriksaan dan dokter memperkirakan ginjalnya akan bertahan seumur hidupnya.

"Sungguh menakjubkan melihatnya tetap sehat dengan ginjal yang berfungsi sangat baik setelah 100 tahun," kata Miklos Z. Molnar, MD, PhD, direktur Layanan Medis Transplantasi untuk Institut Transplantasi URochester Medicine.

"Ini adalah situasi yang langka - jelas sesuatu yang tidak kita lihat setiap hari," ungkapnya.

Pada hari operasi pada Maret 1978, Vetuskey ingat bahwa dirinya berpegangan tangan dengan ibunya yang menangis.

"(Saya) berkata, 'Jangan khawatir tentang apa pun karena saya harus pergi ke konser dan saya tidak akan melewatkannya,'" kata Vetuskey.

Tiga minggu kemudian, Vetuskey berhasil pergi ke konser tersebut dan masih menyimpan sobekan tiket sebagai kenang-kenangan.

"Setiap hari aku memikirkannya, tak sehari pun berlalu," katanya.

"Dia selalu berada di sisiku, sepanjang waktu."

(elk/naf)