Kolaborasi Ekosistem Digital Semarakkan Hari Bhakti Postel ke-81
Liputan6.com, Jakarta - Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 semakin semarak melalui digelarnya Turnamen Mini Soccer Menkomdigi CUP 2026.
Berlangsung di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, Sabtu (12/9/2026), ajang ini mempertemukan berbagai pelaku industri telekomunikasi dan ekosistem digital nasional sebagai wadah memperkuat sinergi sektor pos dan telekomunikasi.
Turnamen yang diinisiasi oleh IndoTelko Group ini menjadi bagian dari rangkaian agenda menuju puncak peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 yang akan digelar di Bandung pada 27 September 2026.
Sebanyak 12 tim memperebutkan Piala Bergilir Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), yang terdiri dari perwakilan perusahaan telekomunikasi, penyedia infrastruktur digital, regulator, asosiasi, hingga jurnalis.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Wayan Toni Supriyanto, menekankan Hari Bhakti Postel adalah refleksi sejarah perjuangan industri pos dan telekomunikasi yang harus terus dirawat nilainya.
Menurutnya, kegiatan olahraga seperti sepak bola menjadi sarana efektif untuk mencairkan komunikasi dan mempererat hubungan antarpelaku industri.
"Kalau di pertemuan resmi kita membahas spektrum, di sini diganti dulu menjadi ruang gerak. Jaringan menjadi operan, kualitas layanan menjadi kualitas permainan, dan target pembangunan menjadi target mencetak gol. Namun ada satu hal yang tetap sama: tidak ada hasil besar yang lahir dari kerja sendirian," ujar Wayan Toni dalam keterangan tertulisnya.
Co-Founder IndoTelko Group sekaligus Panitia Pelaksana, Heru Sutadi, menjelaskan bahwa turnamen olahraga memperingati Hari Bhakti Postel ini telah memasuki tradisi tahun ke-18.
Setelah bertahun-tahun didominasi format futsal, beberapa tahun terakhir panitia mengusung konsep mini soccer guna memberikan suasana bertanding yang lebih kompetitif dan segar.
Untuk menjaga integritas dan kualitas kompetisi, penyelenggara menggaet wasit profesional serta memberlakukan proses verifikasi pemain secara ketat.
"Ajang ini bukanlah tempat untuk bersaing secara keras, melainkan wadah silaturahmi untuk memperkuat ekosistem telekomunikasi dan digital di Indonesia," ucap Heru.