peezycoineth.vip

Komisi VII DPR RI mendorong hilirisasi kakao di Nglanggeran Gunungkidul

2026-09-11 16:00

Komisi VII DPR RI mendorong hilirisasi kakao di Nglanggeran Gunungkidul

Jumat, 11 September 2026 23:00 WIB

Image Print

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (dua kiri) dan anggota lainnya saat ikut memetik kakao langsung dari kebun dalam agenda Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI di Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (11/9/2026). ANTARA/Agung Dwi Prakoso

Yogyakarta (ANTARA) - Komisi VII DPR RI mendorong hilirisasi kakao dapat tumbuh dengan baik di Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sebagai salah satu desa wisata unggulan di Indonesia yang mendapat pengakuan internasional.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, di Gunungkidul, Jumat, mengatakan Desa Wisata Nglanggeran patut mendapat apresiasi, terlebih kepada para pengelola dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat karena mampu memajukan pariwisata yang berdampak terhadap masyarakat.

"Pokdarwis di sini memang luar biasa, hasil dari pariwisata menjadi multiplier effect untuk UMKM lokal," katanya.

Dalam agenda kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Desa Wisata Nglanggeran tersebut, para anggota DPR RI diajak langsung menyusuri beberapa tempat yang berpotensi dikembangkan untuk wisata, salah satunya hilirisasi komoditas kakao.

"Di sini kita melihat komoditas kakao (ikut berkembang), jadi perkebunan dan pertanian pun juga kena dampak (pariwisata maju)," ujarnya.

Menurut dia, Desa Wisata Nglanggeran telah melakukan hilirisasi kakao, dirinya bersama anggota Komisi VII DPR RI lainnya melihat secara langsung, mulai dari proses penanaman kakao, pemanenan, pemrosesan, hingga pengolahan menjadi produk olahan.

"Kita juga melihat bagaimana dari beberapa bahan baku, mereka sudah melakukan hilirisasi," katanya.

Ia menilai aktivitas pariwisata yang dipadukan dengan pertanian yang dilakukan oleh pengelola Desa Wisata Nglanggeran menjadi paket wisata yang bagus dan berpotensi meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat setempat.

"Hilirisasi yang akhirnya menjadi nilai tambah, daya saing masyarakat lokal, dan mereka bahkan berkontribusi ke BUMDes," ujarnya.

Berdasarkan informasi dari pengelola, hasil dari pengelolaan wisata di Nglanggeran sebagian dimasukkan sebagai pemasukan BUMDes dan sebagian disisihkan untuk membantu dusun sekitar yang akan membuat kegiatan kesenian dan sebagainya.

"BUMDes-nya berkontribusi bahkan punya CSR untuk masyarakat sekitar, karena tentunya masih ada banyak masyarakat yang rentan terhadap kemiskinan maupun juga masih miskin. Ini yang kita sangat sambut baik," katanya pula.

Ia menyebut Desa Wisata Nglanggeran merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia dengan sepak terjang penghargaan hingga luar negeri dengan menyandang Best Tourism Village Award pada 2021.

"Artinya memang ada kesadaran yang muncul dari masyarakatnya sendiri untuk mengolah (potensi) menjadi paket wisata," katanya.

Menurut dia, paket wisata yang menarik dan dukungan dari Kementerian Pariwisata menjadikan desa wisata tersebut banyak diminati bukan hanya wisatawan nusantara, tetapi juga mancanegara.

"Kita sampaikan kepada kementerian terkait khususnya Kemenpar agar semua desa wisata yang sudah memiliki sepak terjang yang luar biasa untuk dijadikan best practice dan bisa menjadi tolak ukur indikator untuk desa wisata-desa wisata yang lain," ujarnya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nglanggeran, Gunungkidul, Mursidi mengatakan kunjungan kerja anggota Komisi VII DPR RI penting untuk saling berbagi informasi dan berkolaborasi agar meningkatkan kualitas Desa Wisata Nglanggeran.

"Kami juga menyampaikan ke hadapan beliau bahwasanya pariwisata berbasis masyarakat ini butuh terus didampingi untuk kaitannya dengan peningkatan kapasitasnya," katanya.

Ia menyebut kegiatan pariwisata berbasis masyarakat di Nglanggeran bisa menggerakkan ekonomi masyarakat desa dan dapat berkelanjutan.

"Desa penyangga harapannya bisa mendapatkan nilai manfaat, baik itu dari sektor nilai manfaat ekonomi, manfaat sosial, dan tentunya manfaat keberlanjutan lingkungan," ujarnya pula.

Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026