peezycoineth.vip

Kontestan Miss Universe Tuai Kontroversi Usai Pakai Baju Suku Asli Kanada

2026-08-16 03:00

Jakarta -

Dua kontestan Miss Universe Canada 2026 menuai kontroversi setelah mengenakan busana yang menggunakan elemen budaya Indigenous dalam sesi national costume. Keduanya kemudian meminta maaf setelah penampilan tersebut dikritik tidak sopan.

Dua kontestan Karisa Haverkamp dan Jasleen Kaily menggunakan kostum nasional dengan tema Indigenous dalam ajang Miss Universe Canada yang digelar di Windsor, Ontario, pada 4 Agustus 2026. Karisa Haverkamp tampil mengenakan hiasan kepala berbulu atau feathered headdress. Ia juga menggambar telapak tangan berwarna merah di wajahnya, simbol yang berkaitan dengan gerakan Missing and Murdered Indigenous Women and Girls (MMIWG) di Kanada.

Sementara itu, Jasleen Kaily tampil dalam busana bertajuk 'Arctic Beauty'. Kostumnya terdiri dari pakaian berbahan bulu, sepatu bergaya mukluk serta rambut yang dikepang menjadi dua. Menurut laporan BBC, kepangan rambut juga dapat memiliki makna budaya yang mendalam bagi masyarakat adat pertama di Kanada itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penampilan tersebut kemudian mendapat kritik dari Ashley Callingbull, pemenang Miss Universe Canada 2024 yang merupakan wanita Indigenous dari Plains Cree. Menurutnya, elemen tradisional atau sakral tidak seharusnya digunakan sebagai kostum tanpa pemahaman dan penghormatan yang tepat.

"Saya benar-benar tidak percaya ini terjadi. Siapa yang mengizinkan dan menyetujui ini?" ujar Callingbull kepada CBC Indigenous.


Dua Kontestan Minta Maaf

Setelah mendapat kritik, kedua kontestan akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial. Jasleen Kaily mengatakan dirinya tidak pernah bermaksud merendahkan ataupun salah merepresentasikan budaya Indigenous.

"Niat saya tidak pernah untuk tidak menghormati atau salah merepresentasikan budaya Indigenous," tulis Kaily.

Sementara itu, Karisa Haverkamp mengakui bahwa busana yang dikenakannya telah menimbulkan ketersinggungan di kalangan masyarakat Indigenous.

"Saya mengakui dan menyadari bahwa busana saya untuk national costume telah menimbulkan luka dan ketersinggungan bagi masyarakat Indigenous," tulis Haverkamp.

Pihak Miss Universe Canada juga menyampaikan permintaan maaf atas kontroversi tersebut. Organisasi itu mengatakan tidak pernah bermaksud menimbulkan ketersinggungan, luka, maupun kesalahpahaman.

"Jika ada kostum yang menimbulkan ketersinggungan, luka, atau kesalahpahaman, ketahuilah bahwa hal tersebut tidak pernah menjadi niat kami," demikian pernyataan Miss Universe Canada.

Pihak penyelenggara juga mengakui bahwa setiap desain kostum membutuhkan perhatian dan penghormatan yang lebih mendalam. Ke depannya, mereka berencana membuat panduan kostum yang lebih komprehensif agar representasi budaya dalam kompetisi berikutnya dapat dilakukan dengan lebih tepat dan penuh penghormatan.

(kik/kik)