peezycoineth.vip

Kontroversi! Netanyahu Sebut Erdogan Tirani, hingga Klaim Kepemimpinan Mojtaba Segera Hancur

2026-09-25 04:00

Jumat, 25 September 2026 - 11:00 WIB

VIVA –Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu melontarkan kritik pedasnya terhadap negara-negara sekutunya dan sejumlah negara Islam di dunia. Dalam pidatonya di sidang umum PBB, Kamis waktu setempat 'menyentil' Inggris dan Prancis yang menentang pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat.

Baca Juga

Dia melontarkan 'serangan' terhadap kedua negara tersebut dengan menyinggung sejarah kekaisaran kolonial mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mereka menuduh Israel, Israel yang kecil ini, melakukan kolonialisme, semacam kolonialisme. Dan siapa yang menuduh kami? Di antaranya adalah orang-orang di Inggris dan Prancis. Demi Tuhan, merekalah yang menciptakan istilah tersebut," kata Netanyahu di hadapan Majelis Umum PBB dikutip dari laman Le  Monde, Jumat 25 September 2026.

Baca Juga

Netanyahu juga menuduh Turki mendukung kelompok Hamas yang didukung Iran. Ia bahkan menyebut pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai seorang tiran.

Netanyahu menggunakan bahasa yang sangat keras ketika membahas Iran. Ia menyebut negara tersebut sebagai kediktatoran pembunuh.

Baca Juga

Menurut Netanyahu, perang yang melibatkan pasukan Israel dan Amerika Serikat dalam menyerang Iran selama hampir tujuh bulan telah menghentikan Teheran dari upaya mengembangkan senjata nuklir.

"Saya bersumpah untuk mencegah kediktatoran pembunuh Iran mengembangkan bom atom, senjata nuklir yang ditujukan untuk menghancurkan Israel, senjata nuklir yang dapat mengancam seluruh dunia," katanya.

Ia juga mengatakan keruntuhan kepemimpinan Iran tidak akan lama lagi. Saat itu, utusan Iran untuk PBB menampilkan potret mendiang komandan Pasukan Quds, Qasem Soleimani, di atas meja kosong delegasi Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski mendapat serangan militer, pemerintah Iran masih mempertahankan kendali dan terus menentang Amerika Serikat dengan secara efektif menghambat lalu lintas di Selat Hormuz.

Menariknya saat Netanyahu berpidato di sidang umum PBB Kamis waktu setempat, puluhan utusan dari berbagai negara meninggalkan ruang sidang. Sejumlah delegasi bahkan mencemooh dan meneriakkan ejekan. Situasi yang ricuh itu sempat membuat pimpinan sidang meminta peserta untuk menjaga ketertiban.

Aksi

Respons Netanyahu Ada Aksi Walk Out saat Mau Pidato di PBB: Jika Ada Pengecut Moral Belum Keluar, Lakukan Sekarang

Delegasi Indonesia dan beberapa negara lainnya melakukan aksi walk out dari aula Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York saat Netanyahu mau bersiap pidato

VIVA.co.id

25 September 2026