Korban banjir bandang Arosuka diungsikan ke rumah dinas Wabup Solok
Korban banjir bandang Arosuka diungsikan ke rumah dinas Wabup Solok
Selasa, 22 September 2026 12:37 WIB
Salah satu masjid dekat komplek perkantoran bupati Solok di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat terendam material banjir bandang. ANTARA/HO-Dokumentasi warga setempat
Solok (ANTARA) - Korban banjir bandang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat diungsikan ke rumah dinas Wakil Bupati Solok Candra sebagai tempat penampungan sementara, setelah bencana melanda sejumlah wilayah pada Senin (21/9) malam.
Wakil Bupati (Wabup) Solok Candra di Solok, Selasa mengatakan rumah dinas wakil bupati terbuka bagi masyarakat yang membutuhkan tempat berlindung, ketika harus meninggalkan rumah akibat kondisi bencana.
Dengan dibukanya fasilitas tersebut, warga memiliki alternatif lokasi untuk mengungsi sehingga tidak harus bertahan di rumah ketika lingkungan tempat tinggal dinilai sudah tidak aman.
Menurut dia keputusan untuk mengungsi lebih awal penting dilakukan untuk mengurangi risiko jatuhnya korban apabila kondisi bencana tiba-tiba memburuk.
Ia meminta masyarakat mengikuti informasi dan arahan yang disampaikan pemerintah daerah serta petugas di lapangan selama proses penanganan bencana berlangsung.
Warga juga diminta memperhatikan tanda-tanda perubahan kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan dan tidak mengabaikan peringatan dari petugas.
Candra menegaskan pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan unsur terkait dalam penanganan masyarakat yang terdampak maupun berpotensi terdampak bencana.
Ia mengingatkan warga agar tidak menunggu kondisi benar-benar membahayakan sebelum meninggalkan lokasi, karena kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko korban.
"Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan unsur terkait dan memantau perkembangan situasi untuk memastikan masyarakat yang terdampak maupun berpotensi terdampak mendapatkan penanganan," ujar Candra.
Selain itu, Wabup Solok meminta masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman apabila kondisi lingkungan mulai membahayakan.
"Jika kondisi di lingkungan tempat tinggal tidak aman, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman," kata dia.
Ia mengatakan masyarakat tidak perlu memaksakan diri bertahan di rumah apabila situasi di sekitar tempat tinggal sudah tidak memungkinkan untuk ditempati.