Koster kumpulkan laporan perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat Karangasem - ANTARA News Bali
Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem untuk mengumpulkan laporan perkembangan pembangunan.
"Jadi saya terus pantau perkembangan pembangunan gedung sekolah rakyat ini, berkoordinasi dengan PUPR dan Cipta Karya, kunjungan hari ini saya ingin mendapat laporan detail,” kata dia dalam keterangan di Denpasar, Selasa.
Koster mengatakan hasil peninjauannya selanjutnya akan dibawa ke Menteri Sosial, sehingga program strategis Presiden Prabowo Subianto dapat berjalan sesuai harapan.
Dalam peninjauannya ke Sekolah Rakyat Karangasem yang berdiri di atas lahan Pemprov Bali seluas 5,6 hektare, gubernur menyempatkan waktu menyapa siswa-siswi SD, SMP, dan SMA yang sedang melakukan proses pendaftaran.
Ia kemudian meninjau ruang kelas belajar siswa SD yang dilengkapi dengan meja kursi untuk siswa dan guru, lemari, media pembelajaran papan tulis, dan infrastruktur pendukung berupa pencahayaan lengkap dengan kipas angin dan ventilasi.
Fasilitas Ibadah seperti pura, kantin, toilet, asrama siswa, fasilitas air bersih, tempat mencuci baju, hingga listrik juga menjadi perhatian Gubernur Koster sembari menanyakan beberapa infrastruktur strategis seperti kesiapan air, listrik, makanan, progres pembangunan, prasarana pendidikan, dan guru Sekolah Rakyat Karangasem.
Koster mengingatkan bahwa program presiden ini bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem dengan memperluas akses pendidikan yang merata.
“Program sosial pendidikan ini dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan pendidikan dan fasilitas asrama yang layak,” ujarnya.
Untuk itu ia berharap persiapannya segera rampung 100 persen, dan karena target Bulan Juli dimulai proses pembelajarannya, maka untuk mempersiapkan semuanya berjalan dengan baik dan lancar Pemprov Bali akan kembali meninjau pada tanggal 31 Juli-1 Agustus.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Ni Nengah Satriyani kemudian melaporkan bahwa pengerjaan sekolah rakyat sudah mencapai 95 persen dan target selesai pada tanggal 30 Juli 2026, karena esok harinya sebanyak 74 siswa akan belajar secara permanen.
"Kami mohon waktu perbaikan dan pembersihan di lapangan, kami komitmen menyelesaikan pekerjaan ini lengkap dengan fasilitas lainnya," katanya.
Kedua, bangunan Sekolah Rakyat Karangasem menerapkan bangunan hijau, dimana semua ruangan kelas dan sebagainya tidak terdapat AC, namun memiliki sirkulasi udara yang mumpuni.
Kebutuhan air di sekolah rakyat sumbernya berasal dari dua titik sumur bor yang izinnya sudah terbit dengan kedalaman mencapai 60 meter dan memiliki volume 1,8 liter per detik.
"Selain kami memanfaatkan saluran air bersih dari PDAM, untuk jangka panjang sumber air sekolah rakyat secara permanen akan dibangun pada tahun 2027 oleh Dirjen Cipta Karya, Kementrian PU dengan memanfaatkan sumber air di Sungai Telaga Waja,” ucapnya.
Untuk sumber daya listrik dipastikan aman karena daya listriknya diambil langsung dari Gardu PLN berkekuatan 345.000 VA (setara 345 kVA), dan sebagai pendukung disiapkan menyiapkan mesin genset untuk cadangan sumber daya listrik.
Kelima, bangunan sekolah yang sudah dikerjakan meliputi gedung SD sebanyak 18 kelas dengan kapasitas mencapai 540 siswa, gedung SMP dan gedung SMA masing-masing memiliki jumlah sembilan kelas dengan kapasitas mencapai 270 siswa, asrama SD memiliki empat bangunan dengan delapan kamar untuk kapasitas 136 siswa.
Selanjutnya asrama SMP dan asrama SMA masing-masing memiliki dua bangunan dengan delapan kamar untuk kapasitas 136 siswa, rusun guru memiliki dua bangunan dengan 24 ruang untuk kapasitas 52 guru, dan gedung serbaguna berkapasitas 750 siswa, selain juga terdapat lapangan sepak bola, basket, dan tempat ibadah.
Terkait dengan kesiapan prasarana pendidikan dan makanan anak-anak siswa di Sekolah Rakyat Karangasem, Direktur Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil Kemensos Ketut Supena melaporkan para siswa akan mendapatkan prasarana pendidikan secara gratis yang meliputi pakaian sekolah, buku, laptop, hingga makanan bergizi selama tiga kali dalam sehari.
“Sesuai agenda sebelum belajar, siswa juga akan mendapatkan cek kesehatan gratis, tes kebugaran, tes DNA yang diperuntukkan mengetahui potensi dan kekurangan dari masing-masing siswa sekaligus mendeteksi bakat minat yang dimiliki, sehingga kekurangan yang dimiliki bisa kita minimalisir,” ujarnya.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.