Kounde Sebut Yamal Tidak Bermaksud Kurang Hormat dalam Sindiran terhadap Perancis
Bagikan:
JAKARTA - Jelang laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Perancis vs Spanyol, suasana sempat memanas. Lamine Yamal mengatakan akhir pekan lalu setelah kemenangan atas Belgia di perempat final bahwa Les Bleus takut melawan La Roja.
Pernyataan tersebut membuat pemain Barcelona itu tidak menghormati Perancis. Namun, hal itu segera dibantah bek Les Bleus, Jules Konde, yang merupakan rekan Yamal di Blaugrana.
Jules Kounde mengatakan bahwa komentar Yamal menjelang semifinal Piala Dunia 2026 bukanlah tanda ketidakhormatan.
"Tidak, sama sekali kami tidak merasa kurang hormat. Saya sangat mengenal Lamine. Bagi saya, ini menunjukkan kepercayaan dirinya."
"Saya pernah melihatnya di Barcelona. Mereka percaya diri dengan sikap. Saya melihatnya sebagai motivasi tambahan baginya dan tidak lebih dari itu," kata Kounde.
BACA JUGA:
Yamal sebetunya sempat ditanya lagi tentang pernyataan kontroversial tersebut dan dia tidak menarik kembali ucapannya.
"Saya tidak terkejut, saya mengenal kalian. Mereka bertanya apakah saya takut kepada Perancis dan saya menjawab tidak. Kami adalah juara Eropa. Ini sepak bola, seperti yang dikatakan Kounde. Ini sepak bola, itu saja," kata Yamal.
Pertandingan antara tim peringkat pertama FIFA, Prancis, dan tim peringkat ketiga, Spanyol, ialah pertandingan ulang semifinal Euro 2024.
Dua tahun lalu, tim asuhan Luis de la Fuente menang dengan skor 2-1 dalam perjalanan mereka mengangkat trofi.
Yamal mencetak gol gemilang dalam pertandingan itu dan akan menjadi fokus utama Perancis saat mereka berupaya melaju ke final Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut.
Namun, gelandang Perancis, Adrien Rabiot, mengatakan bahwa bertahan melawan Spanyol bukan hanya tentang menghentikan Yamal.
"Kami tidak memiliki rencana khusus untuk Yamal. Kami fokus kepada seluruh tim Spanyol, bukan pada satu pemain. Kami tahu mereka berbahaya di mana-mana."
"Lini depan mereka, penguasaan bola mereka, cara mereka bermain di ruang sempit dekat kotak penalti, permainan umpan mereka. Saya pikir kami perlu fokus kepada semua itu, bukan kepada satu individu," kata Rabiot.
Serangan Perancis sangat dahsyat di Piala Dunia 2026 musim--mencetak 16 gol dalam enam pertandingan, dengan delapan di antaranya berasal dari penyerang bintang Kylian Mbappe--tetapi Kounde mengatakan dia tahu Spanyol menghadirkan tantangan yang berbeda dari tim-tim yang telah mereka hadapi sejauh ini.
"Ya, kami adalah dua tim yang banyak menyerang. Keduanya suka menguasai bola. Spanyol selalu suka menguasai bola dan dapat membahayakan Anda dalam transisi."
"Kami juga. Kami adalah tim yang nyaman dengan bola dan kami dapat bertahan dalam dan meledak dalam transisi. Kami harus mengingat bahwa besok kami akan menguasai bola karena melawan Spanyol Anda tidak bisa membiarkan bola selama 90 menit. Tidak bisa seperti itu," tutur Kounde.
Kounde menambahkan bahwa Les Bleus akan memiliki perasaan campur aduk bermain pada 14 Juli 2026 waktu setempat, yang merupakan Hari Bastille di Perancis, tetapi juga tanggal serangan teroris pada 2016 di Nice yang menewaskan 86 orang.
"Tentu saja. Ini tanggal 14 Juli. Hari nasional kami. Meskipun selama beberapa tahun terakhir, hari ini menjadi tanggal duka karena serangan teroris di Nice."
"Kami akan mengenang keluarga para korban. Namun, ini adalah hari nasional. Kami benar-benar ingin membuat rakyat Perancis bangga. Hal ini sudah terjadi sejak awal perjalanan ini," kata Kounde.
Pemenang semifinal antara Perancis vs Spanyol akan bermain melawan Inggris atau Argentina di final pada Minggu, 19 Juli 2026, waktu lokal, di East Rutherford, New Jersey.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+