peezycoineth.vip

KP2MI perkuat kolaborasi perguruan tinggi siapkan PMI global

2026-09-10 12:20

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan pentingnya penguatan ekosistem hulu hingga hilir untuk menyiapkan pekerja migran Indonesia (PMI) yang kompeten, bersertifikasi global, dan siap bersaing di pasar kerja internasional.

Komitmen itu diwujudkan melalui penandatanganan MoU antara KP2MI dengan Universitas Cenderawasih, Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI), Universitas Esa Unggul, dan MNC University di Jakarta, Kamis.

"Pendekatan penyiapan PMI berfokus pada hasil akhir atau goal-oriented, yakni menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, bersertifikasi global, dan siap ditempatkan di luar negeri," kata Mukhtarudin dalam siaran pers KP2MI di Jakarta, Kamis.

Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat penyiapan PMI mulai dari pendidikan, peningkatan kompetensi, sertifikasi, pemetaan peluang kerja hingga pelindungan setelah bekerja di luar negeri.

Ia menjelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama tersebut mencakup penguatan pendidikan, kompetensi, informasi, serta layanan migrasi aman.

Salah satu langkah konkretnya yakni pembentukan dan pengembangan Migrant Center sebagai pusat informasi, edukasi, pendampingan, dan peningkatan kapasitas bagi CPMI mahasiswa, alumni, maupun masyarakat.

Kerja sama tersebut juga mencakup penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, peningkatan kompetensi, dan pelaksanaan Program Kampus Berdampak untuk mendukung penyiapan pekerja migran yang kompeten.

Menurutnya, KP2MI dan mitra pendidikan juga akan melakukan penyiapan profil dan pemetaan potensi persediaan tenaga kerja, termasuk pemetaan minat mahasiswa maupun masyarakat untuk bekerja ke luar negeri.

"Yang kita bangun bukan sekadar kerja sama administratif, tetapi bagaimana pendidikan dan kompetensi yang dimiliki CPMI benar-benar terhubung dengan kebutuhan pasar kerja global," katanya.

Dalam aspek kelembagaan vokasi, KP2MI dan mitra juga mendorong standardisasi yang meliputi identitas lembaga, sarana dan prasarana, kurikulum, instruktur hingga sertifikasi kompetensi.

Di bidang akademik, kolaborasi mencakup penelitian, pengembangan, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai kegiatan akademik yang mendukung pelindungan dan pemberdayaan pekerja migran.

Rektor Universitas Esa Unggul Arief Kusuma Among mengatakan kerja sama dengan KP2MI menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi dan daya saing di tingkat internasional.

Sementara itu, Rektor MNC University Dendi Pratama menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah penting untuk mempertemukan potensi sumber daya manusia dengan kebutuhan dunia kerja internasional.

Ketua Umum AIPNI Agus Setiawan menegaskan kesiapan institusi pendidikan ners untuk mendukung penguatan kualitas tenaga keperawatan Indonesia yang ingin berkarier di luar negeri.

"Kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan perawat Indonesia agar memiliki kompetensi, kemampuan bahasa, serta pemahaman terhadap standar dan budaya kerja internasional," katanya.

Baca juga: Wamen Christina-Cak Imin bahas SMK Go Global, penguatan ekosistem PMI

Baca juga: Lepas 41 PMI ke Korsel, Kemenko PM dorong penempatan PMI yang legal

Baca juga: Agar terlindungi, Menko PM ajak calon PMI berangkat lewat jalur legal

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.