peezycoineth.vip

Kredit Korporasi Tumbuh 20,9% di Juli, Jadi Motor Pertumbuhan Kredit Perbankan

2026-08-22 05:22

ILUSTRASI. Bank Indonesia mencatat kredit yang disalurkan perbankan mencapai Rp 8.970,2 triliun pada Juli, tumbuh 13% secara tahunan (KONTAN/Fransiskus Simbolon)

Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit perbankan terus menguat pada Juli 2026. Bank Indonesia mencatat kredit yang disalurkan perbankan mencapai Rp 8.970,2 triliun pada Juli, tumbuh 13% secara tahunan, meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Juni sebesar 12,1%.

Menilik data uang beredar periode Juli 2026 yang dipublikasikan Jumat (21/8/2026), penguatan tersebut terutama ditopang oleh kredit kepada korporasi. Kredit korporasi pada Juli mencapai Rp5.256 triliun, tumbuh 20,9% secara tahunan. Pertumbuhan ini meningkat dibandingkan Juni yang sebesar 19,3%.

Sementara itu, kredit kepada perorangan mencapai Rp 3.651,7 triliun atau tumbuh 3,6% secara tahunan, sedikit meningkat dari pertumbuhan Juni sebesar 3,5%.

Adapun kredit kepada golongan debitur lainnya mencapai Rp 62,5 triliun. Segmen ini masih mengalami kontraksi 3,6% secara tahunan, lebih dalam dibandingkan kontraksi 3,2% pada Juni.

Dengan demikian, pertumbuhan kredit secara keseluruhan pada Juli terutama berasal dari ekspansi kredit korporasi. Nilai kredit korporasi juga mencakup sekitar 58,6% dari total kredit perbankan pada bulan tersebut.

Baca Juga: Data Bank Indonesia: DPK Juli 2026 Tumbuh 7,7%, Simpanan Valas Masih Melaju

BI sebelumnya mencatat peningkatan penyaluran kredit pada Juli didorong oleh kenaikan kredit kepada debitur korporasi dan perorangan. Pertumbuhan kedua kelompok tersebut masing-masing mencapai 20,9% dan 3,6% secara tahunan.

Secara keseluruhan, akselerasi kredit pada Juli menjadi salah satu faktor utama yang menopang pertumbuhan likuiditas perekonomian. Dalam laporan yang sama, BI mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 8.970,2 triliun tumbuh 13% secara tahunan, meningkat dari 12,1% pada Juni.

Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut juga mendorong perkembangan likuiditas perekonomian, yang terlihat dari uang beredar dalam arti luas (M2). “Perkembangan M2 pada Juli 2026 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada pemerintah pusat,” sebut Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, dalam keterangan resmi, Jumat (21/8/2026).

Sekadar informasi, Bank Indonesia memberi catatan angka realisasi di Juli 2026 masih merupakan angka sementara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag