KRL Green Line Akan Pakai 12 Kereta, Penumpang Berdiri Berdesakan Bisa Berkurang - Industri Katadata.co.id
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta percepatan pengoperasian rangkaian 12 kereta (SF12) di lintas KRL Green Line atau Tanah Abang–Rangkasbitung guna mengurangi kepadatan penumpang yang terus meningkat.
Dudy mengatakan jumlah pengguna KRL Green Line terus bertambah, sehingga diperlukan penambahan kapasitas angkut. Untuk itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah menyiapkan pengoperasian rangkaian 12 kereta beserta peningkatan pasokan listrik sebagai infrastruktur pendukung.
"Kita berharap Green Line itu bisa mengangkut semakin banyak penumpang. PT KAI sedang berupaya menyiapkan rangkaian 12 kereta, namun juga harus menyiapkan pasokan listrik karena memang sangat dibutuhkan untuk jalur Green Line," ujar Dudy ditemui di kantor Kementerian UMKM, Jakarta Selatan, Selasa (21/7).
Ia menargetkan pengoperasian rangkaian 12 kereta dapat direalisasikan secepat mungkin. Menurutnya, penambahan kapasitas tersebut juga diharapkan dapat memperpendek jarak waktu antarperjalanan (headway) yang saat ini masih sekitar 10 menit.
"Secepatnya. Saat ini jarak antar kereta masih 10 menit. Saya minta segera direalisasikan sehingga jaraknya bisa lebih dekat lagi," katanya.
Sebelumnya, Direktur Utama KAI Bobby Rasyiddin mengungkapkan lintas Tanah Abang–Rangkasbitung memiliki tingkat okupansi yang sangat tinggi, mencapai 161%, sehingga rangkaian kereta kerap mengalami kepadatan penumpang, terutama pada jam sibuk.
Untuk mengatasinya, KAI berencana mengoperasikan rangkaian SF12 yang memiliki kapasitas lebih besar. Namun, rencana tersebut masih terkendala keterbatasan pasokan daya listrik di jalur Rangkasbitung.
"Jalur Rangkasbitung saat ini hanya memiliki daya sekitar 3.000, sedangkan Bogor dan Bekasi masing-masing sekitar 4.000. Kami sudah berkali-kali mencoba melakukan rekayasa operasi, namun tetap belum memungkinkan menjalankan rangkaian SF12," kata Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI pada Juni lalu.
Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pasokan listrik menjadi salah satu syarat utama sebelum rangkaian 12 kereta dapat dioperasikan secara penuh di lintas Green Line. Pemerintah berharap langkah ini dapat meningkatkan kapasitas angkut sekaligus mengurangi kepadatan penumpang pada salah satu rute KRL tersibuk di Jabodetabek.